News

Tiga Arahan Penting Jokowi ke Panglima TNI dan Kapolri

Jokowi mengeluarkan instruksi tegas kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk merespons cepat perkembangan kasus Covid-19.


Tiga Arahan Penting Jokowi ke Panglima TNI dan Kapolri
Presiden Joko Widodo saat menerima laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah pusat (LHP LKPP) tahun 2020 dan ikhtisar hasil pemeriksaan (IHPS) II tahun 2020 dari Ketua BPK Agung Firman Sampurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (25/6/2021). (BPMI Setpres)

AKURAT.CO, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan instruksi tegas kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk merespons cepat perkembangan kasus Covid-19. Menyusul adanya lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah wilayah di luar Pulau Jawa.

"Saya perintahkan kepada Panglima TNI, kepada Kapolri untuk betul-betul mengingatkan selalu kepada Pangdam dan Kapolda, Danrem, Dandim, Kapolres untuk betul-betul secara cepat merespons dari angka-angka (kasus baru Covid-19) tadi yang saya sampaikan," kata Presiden dalam rapat akbar di Istana Negara dilansir AKURAT.CO dari channel Youtube Sekretariat Presiden pada Minggu (8/8/2021). 

Dalam rapat itu, Jokowi memberikan tiga arahan sekaligus untuk menekan kasus Covid-19. Pertama, menekan mobilitas masyarakat. 

"Kalau udah kasusnya gede seperti itu, mobilitas masyarakatnya direm. Yang pertama yang paling penting ini gubernur semua harus tahu, Pangdam, Kapolda, artinya mobilitas manusianya yang direm. Paling tidak dua minggu," katanya dalam rakat yang dihadiri menteri terkait, Panglima TNI, Kapolri, gubernur, Pangdam, Kapolda, Danrem, Kapolres dan Bupati atau Walikota luar Jawa-Bali. 

Perintah kedua Jokowi kepada Panglima TNI dan Kapolri yaitu memperkuat testing dan tracing. Jokowi mengatakan, prajurit TNI dan Polri yang ditugaskan sebagai tracer harus menemukan kontak erat antara pasien positif Covid-19 dengan orang lain. 

"Yang kedua, ini saya minta kepada panglima TNI, yang berkaitan dengan testing dan tracing. Segera ditemukan siapa orang-orang yang positif ini. Segera temukan. Merespons secara cepat. Karena ini berkaitan dengan kecepatan. Kalau ndak orang yang punya positif udah kemana-mana nyebar kemana-mana. Segera temukan," kata Jokowi. 

Lalu, Presiden juga memerintahkan kepada gubernur, bupati, dan walikota untuk menyiapkan tempat isolasi terpusat. Tempat isolasi merupakan rangkaian dari keseluruhan langkah penanganan Covid-19 untuk luar wilayah Jawa Bali. Bahkan, Jokowi mengarahkan untuk menggunakan fasilitas publik seperti sekolah, balai-balai pertemuan, gedung olahraga untuk digunakan sebagai tempat isolasi terpusat. 

"Yang ketiga, segera bawa mereka ajak mereka untuk masuk isolasi terpusat (Isoter). Ini tugasnya gubernur, bupati walikota, untuk menyiapkan isolasi terpusat di kotanya. Dan saya minta Menteri PU membantu daerah dalam rangka penyiapan Isoter ini. Terutama di daerah-daerah yang tadi saya sebutkan. Dan juga libatkan IDI. Terutama dalam penanganan pasien. Bisa lewat telemedicine, tapi kalau nggak ya lewat teleponpun nggak apa-apa. Ini untuk mengurangi angka kematian yang ada," ujarnya.[]