News

TIDI: Butuh Perspektif Historis dan Sosiologis Terkait Pemindahan Ibu Kota Negara

Pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan perlu mengkaji lebih dalam aspek-aspek non-materil


TIDI: Butuh Perspektif Historis dan Sosiologis Terkait Pemindahan Ibu Kota Negara
Jalu Priambodo

AKURAT.CO, Jalu Priambodo dari The Indonesian Democracy Initiative (TIDI) menilai pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan perlu mengkaji lebih dalam aspek-aspek non-materil seperti historis, sosilogis, strategis dan teknis peralihan.

Hal tersebut disampaikan pada Webinar Seri Pertama Ibu Kota Negara TIDI pada Senin, 21 Juni 2021.

Jalu mengungkapkan “Pemindahan Ibu kota tidak hanya membawa dampak administratif dan infrastruktur fisik semata, tapi juga menyeret aspek-aspek materil maupun non-materil seperti historis, sosilogis, strategis dan teknis peralihan. Sehingga TIDI melihat, TIDI perlu mendalami aspek-aspek ini semua,” kata Jalu. 

Komisioner KPID Jabar ini menyampaikan bahwa webinar seri pertama ini menekankan pada aspek historis dan sosilogis, yang menghadirkan sejarawan J.J. Rizal, Peneliti dan Dosen Departemen Sosiologi UI Daisy Indira Yasmine, dan Guru Besar Sosiologi Universitas Ibnu Chaldun Musni Umar. 

“Kami menghadirkan masing-masing pemateri bukan tanpa alasan. Kami menghadirkan J.J. Rizal karena memang beliau adalah sejarawan yang terkenal dan berpengaruh di Jakarta dan serkitarnya. Sama dengan Ibu Daisy dan Prof. Musni Umar sebagai akademisi sosiologi, kami ingin melihat karakteristik masyarakat Jakarta sebagai Ibu Kota Negara,” sambungnya

Jalu juga memberikan inti kajian dua aspek tersebut. Menurut Jalu, dari sisi sejarah  tidak ada wacana Soekarno memindahkan Ibu Kota Negara. Sementara, dari segi sosiologi, Ibu Kota Negara baru memerlukan pengelolaan sosial politik yang memadai.

“Kita bisa mendegar pada pemaparan J.J. Rizal yang mengatakan bahwa tidak pernah ada gagasan Soekarno memindahkan Ibu Kota dari Jakarta. Lalu, Ibu Daisy juga menjelaskan potensi konflik sosial yang akan terjadi bagi pendatang dan penduduk asli. Prof. Musni juga menjelaskan pemindahan ini akan menghasilkan dinamika sosial politik yang begitu sulit, " paparnya. 

Webinar TIDI kali ini diselenggarakan sepesial untuk menyambut hari ulang tahun Kota Jakarta.[]