News

Tidak Semudah Membalik Telapak Tangan, Ariza: Berantas Prostitusi di Jakarta Butuh Waktu

Ahmad Riza Patria akui memberantas prostitusi online di Jakarta tidak semudah membalikan telapak tangan.


Tidak Semudah Membalik Telapak Tangan, Ariza: Berantas Prostitusi di Jakarta Butuh Waktu
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza)

AKURAT.CO, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria akui memberantas prostitusi online di Jakarta tidak semudah membalik telapak tangan.

Pernyataan itu disampaikan Ariza -sapaan akrab Riza- untuk menyoroti kasus prostitusi online di Apartemen Gading Nias Residence, Tower Emerald, Kelapa Gading, Jakarta Utara yang melibatkan bocah kelas 5 SD.

"Memang kan (prostitusi) masalah di dunia, di Indonesia termasuk di Jakarta, masih ada saja masalah seperti ini, tidak bisa kita selesaikan dalam waktu cepat seperti membalikan telapak tangan," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat Kamis (8/4/2021).

baca juga:

Meski begitu, Ariza menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki komitmen untuk memberantas bisnis esek-esek di Jakarta. Caranya, lanjut dia, dengan membuat regulasi agar pengelola apartemen mendapat sanksi bila membiarkan adanya praktik prostitusi.

"Semua butuh waktu, butuh proses, yang penting pemerintah punya komitmen, konsistensi yang tinggi untuk membuat regulasi sebaik mungkin," ucapnya.

Masih kata Ariza, Pemprov DKI Jakarta selama ini telah berupaya memberantas prostitusi di apartemen, termasuk peredaran narkoba. Dia mengklaim pihaknya telah kampanye dan mengajak pengelola apartemen melakukan pengawasan.

"Kami berkampanye, sosialisasi, berkolaborasi, bersinergi, mengajak semua pihak untuk bersama mengatasi berbagaimasalah bangsa, masalah Jakarta, untuk bersinergi positif. Yang penting, kami mendorong pemberdayan masyarakat unttuk mengatasi semua masalah apapun di Jakarta ini," tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Polres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan mengatakan korban kasus tersebut adalah AC (11), pelajar yang masih duduk di kelas 5 SD, namun sudah diperdagangkan oleh tersangka DF (27) melalui aplikasi percakapan daring Mi Chat.

Ia mengatakan polisi dari unit reserse kriminal (reskrim) Polsek Kelapa Gading yang dipimpin AKP M Fajar berhasil menangkap tersangka di TKP, sebelum terjadinya hal yang tidak diinginkan kepada korban.

Guruh mengatakan penggagalan rencana tersangka terjadi berkat adanya informasi dari masyarakat mengenai adanya dugaan tindak pidana perdagangan orang melalui media sosial.

"Dari keterangan tersangka, kami mendapat informasi bahwa kamar apartemen disewa secara harian dengan tarif per malam Rp250 ribu. Kami juga mengamankan satu kunci Apartemen Tower Emerald berikut kartu akses (access card)," kata Guruh.

Ia mengatakan penggalian keterangan dari tersangka masih terus berlangsung, termasuk menyelidiki pihak lain yang diduga memiliki keterlibatan di dalam kasus tersebut.

Karena tindak kejahatannya, pelaku kini mendekam di tahanan Polres Metro Jakarta Utara.

Guruh mengatakan tersangka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara karena pelanggaran Pasal 76F Jo pasal 83 Jo pasal 76. Jo pusat B8 Undang-undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016. tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

"Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," ujar Guruh.[]

Yohanes Antonius

https://akurat.co

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first