Rahmah

Tidak Salat Karena Lupa Atau Ketiduran, Apakah Dosa?

Ini hukum Islam jika Anda lupa atau ketiduran saat tiba waktu salat


Tidak Salat Karena Lupa Atau Ketiduran, Apakah Dosa?
Ilustrasi lupa salat (PEPBELA)

AKURAT.CO  Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Tidak ada satupun manusia di dunia ini yang tidak pernah salah dan tidak pernah lupa. Kedua sifat ini merupakan sifat yang manusiawi. Ada pada semua manusia, siapapun dan di manapun.

Pertanyaannya, bagaimana jika kelupaan itu terjadi dalam masalah salat. Misalnya, di waktu salat Isya, seseorang lupa kalau dirinya belum salat Ashar dan Maghrib, apakah dosa atau tidak?

Menurut al-Khin dan al-Bagha, ketentuan orang yang lupa melakukan salat adalah sebagai berikut;

 وقد اتفق جمهور العلماء من مختلف المذاهب على أن تارك الصلاة يكلف بقضائها، سواء تركها نسياناً أم عمداً، مع الفارق التالي: وهو أن التارك لها بعذر كنسيان أو نوم لا يأثم، ولا يجب عليه المبادرة إلى قضائها فوراً، أما التارك لها بغير عذر- أي عمداً - فيجب عليه - مع حصول الإثم - المبادرة إلى قضائها. 

Artinya: “Mayoritas ulama dari berbagai ulama sepakat bahwa seseorang yang meninggalkan shalat dituntut untuk mengqadla-nya, ia meninggalkannya secara sengaja ataupun tidak, perbedaanya adalah: jika ia meninggalkan shalat karena udzur, baik lupa ataupun tidur maka ia tidak berdosa namun mesti segera mengqadla-nya, sedangkan bagi yang meninggalkannya dengan sengaja, maka ia terkena dosa dan dituntut segera mengqadla-nya.”

Melalui penjelasan singkat di atas sangat jelas, bahwa meninggalkan salat karena seseorang lupa tidaklah dosa. Namun, tetap ia harus men-qadha salat yang ditinggalkan karena kelupaan itu.

Mustafa al-Khin dan Musthafa al-Bugha dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhabi Imam al-Syafi’i (Surabaya: Al-Fithrah, 2000), juz I, hal. 110 menjelaskan qadla shalat (termasuk karena lupa) sebagai berikut:

   وأما القضاء: فهو تدارك الصلاة بعد خروج وقتها، أو بعد أن لا يبقى من وقتها ما يسع ركعة فأكثر وإلا فهي أداء

Artinya: “Adapun qadla (dalam shalat) ialah melaksanakan shalat sesudah habisnya waktu, atau sesudah waktu yang tidak mencukupi untuk menyelesaikan satu rakaat atau lebih. Kondisi sebaliknya disebut adâ’.”

Kesimpulannya adalah; jika seseorang tidak melakukan salat karena ia lupa, maka tidak berdosa. Ia wajib men-qadha salatnya di waktu yang lain dengan secepatnya, tidak boleh ditunda-tunda. Semoga bermanfaat bagi semua sahabat Akurat. Amin.[]