Lifestyle

Tidak Perlu Dipercaya, Ini 5 Mitos Tentang Bayi Belajar Berjalan

Ada banyak mitos yang telah tersebar secara turun-temurun tentang bayi belajar berjalan


Tidak Perlu Dipercaya, Ini 5 Mitos Tentang Bayi Belajar Berjalan
Ilustrasi - 5 mitos tentang anak belajar jalan (Freepik/pch-vector)

AKURAT.CO Belajar berjalan tentu saja merupakan salah satu momen paling menyenangkan di tahun pertama bayi. Pada saat Si Kecil bisa berjalan, itu akan menjadi salah satu peristiwa penting dalam kehidupan orang tua. 

Sayangnya, milestone (tonggak perkembangan) ini sarat dengan mitos yang telah tersebar secara turun-temurun.

Memercayai dan mengikuti mitos-mitos ini hanya menyebabkan stres dan kekecewaan yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu, cobalah mengetahui tentang mitos dan juga kebenaran umum tentang milestone ini. Dengan begitu, Bunda dapat membimbing Si Kecil dengan cara terbaik!

baca juga:

Berikut AKURAT.CO uraikan satu per satu, Jumat (21/1/2022):

Mitos 1 - Bayi harus merangkak sebelum berjalan

Merangkak tidak ada hubungannya dengan berjalan. Bayi yang belum pernah merangkak masih bisa belajar berjalan. Artinya, bayi yang tidak merangkak seharusnya tidak membuat Bunda stres. Pada akhirnya Si Kecil akan menemukan cara untuk berdiri dan berjalan dengan sedikit dorongan pada usia sekitar enam  sampai 10 bulan.

Mitos 2 - Baby walker akan membantu bayi belajar berjalan

Baby walker pasti salah satu barang yang banyak dicari orang tua saat membeli perlengkapan bayi. Namun, baby walker tidak efektif dalam membantu bayi belakar berjalan. 

Meskipun mungkin membantu dalam mengembangkan otot-otot kaki bagian bawah, itu saja tidak cukup. Pasalnya, Si Kecil juga harus melatih otot kaki bagian atas dan pinggulnya. Terlebih lagi, ketika bayi berjalan sendiri, ia perlu menyeimbangkan berat badannya sendiri.