News

Tak Ditemukan Unsur Pidana, Polri Resmi Hentikan Laporan Pelecahan Seksual Terhadap Istri Ferdy Sambo

Tak Ditemukan Unsur Pidana, Polri Resmi Hentikan Laporan Pelecahan Seksual Terhadap Istri Ferdy Sambo
Direktur Tindak Pidana Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi (AKURAT.CO/Anisha Aprilia)

AKURAT.CO, Bareskrim Polri menghentikan dua laporan terhadap Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. 

Diketahui, dua laporan itu merupakan laporan percobaan pembunuhan dan dugaan pelecehan seksual. Laporan dugaan pelecehan seksual itu dilaporkan oleh istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawati. Sementara laporan kedua terkait dugaan percobaan pembunuhan itu dilaporkan oleh Briptu Martin Gabe dengan korban Bharada Richard Eliezer atau E. 

Dua peristiwa itu disebut terjadi di rumah Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022) sore.

baca juga:

Keputusan mengenai penghentian laporan ini diambil usai polisi melakukan gelar perkara. Dalam gelar perkara itu, polisi tidak menemukan adanya unsur pidana sebagaimana yang dilaporkan. 

"Berdasarkan hasil gelar perkara tadi sore, kedua perkara ini kita hentikan penyidikannya karena tidak ditemukan peristiwa pidana. Bukan merupakan peristiwa pidana," kata Direktur Tindak Pidana Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi di Bareskrim Polri, Jumat (12/8/2022) malam. 

Dengan demikian, Polri resmi menghentikan penanganan kasus ini. 

"Oleh karena itu berdasarkan hasil gelar tadi saya sampaikan perkara ini dihentikan penanganannya," lanjut dia. 

Sebagaimana diketahui, Bareskrim Polri menangani dua kasus laporan lainnya terkait tewasnya Brigadir J selain terkait laporan pembunuhan berencana. Laporan pertama berkenaan dengan dugaan ancaman pembunuhan dimana dalam tersebut, Brigadir J dilaporkan dengan pasal 338 KUHP Juncto pasal 53 KUHP. 

Kemudian laporan kedua terkait dengan dugaan pelecehan seksual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289 KUHP dan/atau pasal 335 KUHP dan/atau Pasal 4 Juncto Pasal 6. Sebelumnya, Ferdy Sambo mengaku nekat menghabisi nyawa Brigadir J karena untuk menjaga marwah keluarganya. 

"Saya adalah kepala keluarga dan murni niat saya untuk menjaga marwah dan kehormatan keluarga yang sangat saya cintai," kata Kuasa hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis. []