News

Tidak Ditahan, Penyidik Bareskrim Nilai Sadikin Aksa Kooperatif

Sadikin Aksa jadi tersangka atas perbuatan yang diduga dengan sengaja mengabaikan dan/atau tidak melaksanakan perintah tertulis dari OJK.


Tidak Ditahan, Penyidik Bareskrim Nilai Sadikin Aksa Kooperatif
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono (Istimewa)

AKURAT.CO, Penyidik Bareskrim Polri tidak menahan tersangka mantan Direktur Utama (Dirut) PT Bosowa Corporindo, Sadikin Aksa (SA) karena kooperatif menjalani pemeriksaan. Padahal, sebelumnya tersangka kasus dugaan pidana jasa keuangan di Bank Bukopin itu mangkir dari panggilan pertama penyidik.

"Penyidik menilai yang bersangkutan kooperatif, sehingga sampai saat ini tidak dilakukan penahanan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono dalam keterangannya, Sabtu (20/3/2021). 

Sadikin Aksa yang juga merupakan keponakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah memenuhi panggilan kedua yang dilayangkan penyidik Bareskrim Polri untuk diperiksa sebagai tersangka pada Kamis (18/3).

Sadikin Aksa menjalani pemeriksaan selama 10 jam dari pagi hingga malam. Dia dicecar 53 pertanyaan terkait kasus dugaan tindak pidana jasa keuangan. 

Rusdi mengatakan, pekan depan penyidik akan memeriksa saksi lain dan ahli.

"Minggu depan penyidik telah mempersiapkan pemeriksaan kembali kepada beberapa pihak yang dapat  memperjelas kasus tersebut, termasuk juga ahli korporasi," ujarnya. 

Sadikin Aksa jadi tersangka atas perbuatan yang diduga dengan sengaja mengabaikan dan/atau tidak melaksanakan perintah tertulis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Keponakan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla tersebut ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (10/3).

PT Bosowa Corporindo merupakan pemegang saham 23 persen di Bank Bukopin. Sejak bulan Mei 2018, PT Bank Bukopin, Tbk. telah ditetapkan sebagai Bank dalam pengawasan intensif oleh OJK karena permasalahan tekanan likuiditas. Kondisi tersebut semakin memburuk sejak bulan Januari hingga Juli 2020.

OJK telah mengeluarkan kebijakan dalam rangka upaya penyelamatan Bank Bukopin. Di antaranya memberikan perintah tertulis kepada Dirut PT Bosowa Corporindo atas nama Sadikin Aksa melalui surat OJK nomor : SR-28/D.03/2020 tanggal 9 Juli 2020.

Surat itu berisikan tentang perintah tertulis pemberian kuasa khusus kepada Tim Technical Assistance (Tim TA) dari PT BRI untuk dapat menghadiri dan menggunakan hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Bukopin Tbk. Dengan batas waktu pemberian kuasa dan penyampaian laporan pemberian surat kuasa kepada OJK paling lambat 31 Juli 2020.

"Akan tetapi PT Bosowa Corporindo tidak melaksanakan perintah tertulis tersebut," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Irjen Pol Helmy Santika, Rabu (10/3).[]

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu