Rahmah

Tidak Disukai Makmum Tapi Jadi Imam Salat, Bagaimana Hukumnya?

Jika mayoritas orang tidak suka kepadanya, baiknya tidak jadi imam


Tidak Disukai Makmum Tapi Jadi Imam Salat, Bagaimana Hukumnya?
Ilustrasi salat (Pinterest)

AKURAT.CO  Tidak dimungkiri bahwa dalam kehidupan sosial ada saja orang yang tidak disukai oleh masyarakat. Tidak pandang siapa orangnya dan apa kedudukannya, ketidaksukaan bisa menimpa siapa saja.

Persoalannya adalah bagaimana jika orang yang tidak disukai ini menjadi imam dalam salat apakah salatnya tidak sah, makruh, atau seperti apa. Atau sebaliknya, demikian itu tidak berpengaruh pada kualitas ibadah salat seseorang.

Abu Ishaq Asy-Syirazi, dalam Al-Muhadzdzab fi Fiqhil Imamis Syafi’i, halaman 98 mengatakan demikian:

وَيُكْرَهُ أَنْ يُصَلَّيِ الرَّجُلُ بِقَوْمٍ وَأَكْثَرُهُمْ لَهُ كَارِهُونَ لِمَا رَوَى ابْنُ عَبَّاسٍ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ثَلَاثَةٌ لَا يَرْفَعُ اللهُ صَلَاتَهُمْ فَوْقَ رُؤُوسِهِمْ فَذَكَرَ فِيْهِمْ رُجُلًا أَمَّ قَوْمًا وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ 

Artinya: “Dimakruhkan seseorang shalat menjadi imam bagi suatu kaum, sedangkan mayoritas dari kaum itu tidak menyukainya. Pandangan ini didasarkan pada riwayat Ibnu Abbas RA yang menyatakan bahwa Nabi SAW pernah mengatakan bahwa ada tiga orang yang Allah tidak mengangkat shalat mereka ke atas kepalanya, salah satunya yang disebutkan dalam riwayat tersebut adalah seseorang yang mengimami suatu kaum padahal kaum tersebut tidak menyukainya."

Dari penjelasan di atas amat jelas bahwa seseorang yang menjadi imam dan ia banyak yang tidak menyukainya (tidak sedikit) maka makruh. Ia sebaiknya tidak menjadi imam dalam rangkaian salat berjamaah.

Kondisi ini berbeda manakala orang yang tidak suka kepadanya hanya sedikit, tidak banyak. Demikian sebab tidak mungkin seseorang hidup dan disukai oleh seluruh manusia. 

Demikian Al-Syirazi menegaskan:

فَإِنْ كَانَ الَّذَي يَكْرَهُهُ الْأَقَلُّ لَمْ يُكْرَهْ أَنْ يَؤُمَّهُمْ لِاَنَّ أَحَدًا لَا يَخْلُو مِمَّنْ يَكْرُهُهُ 

Artinya: “Karenanya apabila orang tersebut tidak disukai oleh sedikit orang maka ia tidak makruh menjadi imam mereka, karena tidak ada seorang pun yang semua orang menyukainya."

Kemakruhan itu tidak berlaku kepada orang yang menjadi makmum. Sulaiman Al-Jamal, dalan Hasyiyatul Jamal, menyebutkan keterangan sebagai berikut: