News

Tidak Bayar Pajak hingga Ditemukan Bunuh Diri, Ini 7 Fakta Penting Perjalanan Karier John McAfee

John McAfee ditemukan gantung diri di sel penjara Barcelona, Spanyol


Tidak Bayar Pajak hingga Ditemukan Bunuh Diri, Ini 7 Fakta Penting Perjalanan Karier John McAfee

AKURAT.CO Salah satu miliarder dunia, John McAfee, ditemukan tewas bunuh diri di sebuah penjara Barcelona, Spanyol pada hari Rabu (23/6) lalu. Pendiri salah satu software antivirus tersebut meninggal karena bunuh diri di bulan kesembilan dirinya di penjara. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta menarik terkait perjalanan kariernya. 

1. Pernah bekerja di NASA hingga Lockheed

John McAfee mengawali kariernya sebagai seorang programer dengan bergabung di NASA dari tahun 1968 hingga 1970. Setelahnya, dirinya pun melanglang buana ke Xerox, Computer Sciences Corporation, Booz Allen Hamilton, hingga perusahaan penerbangan, Lockheed pada tahun 80an. Namun sembari bekerja di Lockheed, dirinya mulai mengembangan sebuah software untuk melawan virus komputer. 

2. Dirikan McAfee Associates

Pada Tahun 1987, ia mendirikan McAfee Associates, sebuah perusahaan anti virus komputer. John pun terlibat hingga akhirnya perusahaannya berhasil melantai di Bursa Efek di tahun 1992. Namun, dua tahun setelahnya, sekitar tahun 1994 silam, pria lulusan jurusan matematika tersebut memilih untuk menjual keseluruhan sahamnya di McAfee. AKhirnya, pada tahun 2010, perusahaan tersebut diakuisisi oleh Intel. 

3. Mencalonkan diri sebagai presiden

Pada tahun 2015, John McAfee pernah menyatakan bahwa dirinya akan maju dalam bursa presiden Amerika Serikat setelah dirinya mendirikan Partai Cyber. Namun, dirinya menyatakan akan masuk ke Partai Libertarian. Setelah bertarung dengan dua kandidat lain, dirinya menempati posisi ketiga dari Partai Libertarian. Di tahun 2020 lalu, dirinya juga sempat menyatakan akan kembali bertarung dengan mengusung penggunaan mata uang kripto, tetapi sekali lagi dirinya tidak masuk dalam nominasi. 

4. Mengaku memiliki 47 anak hingga tidak membayar pajak

Pada tahun 2018 silam, McAfee mengaku telah memiliki 47 anak dan tinggal di Belize selama beberapa tahun. Dirinya juga sempat menghilang selama satu bulan dan kemudian ditemukan oleh polisi sedang tidur bersama seorang gadis 17 tahun dan memiliki gudang senjata di rumahnya. Selain Itu, dirinya juga diketahui melakukan penggelapan pajak selama 8 tahun hingga kasus penipuan mata uang kripto yang nilainya lebih dari Rp186,8 miliar. Atas perilakunya tersebut dirinya terancam dipenjara selama 100 tahun. 

5. Meninggal dunia dengan gantung diri

Setelah di tahun 2019, dirinya melarikan diri dari AS degan berlayar menggunakan mega yacht miliknya bersama sang istri, John akhirnya ditangkap di bandara Barcelona pada tahun 2020 lalu. Setelah mendekam di penjara selama 9 bulan, akhirnya, pengadilan Spanyol setuju untuk mengekstradisinya kembali ke AS. Di hari yang sama, pria yang telah berusia 75 tahun tersebut ditemukan tewas di selnya pada hari Rabu, (23/6) lalu. 

Baca Juga: John McAfee, Pengusaha Software Antivirus Didakwa Penggelapan Pajak

John McAfee dikenal sebagai miliarder yang memiliki kekayaan hingga USD 100 juta atau sekitar Rp1,44 triliun pada tahun 2007 silam. Hingga akhirnya, kekayaannya turun drastis karena krisis finansial yang menghantam dunia pada tahun 2007-2008 silam.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co