Rahmah

Tiba Hari Kemerdekaan, ini Bukti Bahwa Nasionalisme Senafas dengan Al-Qur'an

Setiap orang ingin mencintai negerinya tanpa alasan apapun.

Tiba Hari Kemerdekaan, ini Bukti Bahwa Nasionalisme Senafas dengan Al-Qur'an
Ilustrasi Bendera Merah Putih (pixabay.com)

AKURAT.CO  Nasionalisme adalah salah satu faham mencintai bangsa dan negara. Nasionalisme penting untuk menumbuhkan sikap persatuan dan kesatuan untuk menciptakan peradaban di tengah bangsa. Oleh sebab demikian setiap orang wajib memiliki jiwa nasionalisme.

Faham nasionalisme tidak bertentangan sama sekali dengan Islam. Justru melalui isyarat ayat Al-Qur'an, nasionalisme diafirmasi dengan tegas melalui ayat-ayatnya.

Allah SWT dalam QS. Al-Mumtahanah Ayat 8 berfirman:

baca juga:

لَا يَنۡهٰٮكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيۡنَ لَمۡ يُقَاتِلُوۡكُمۡ فِى الدِّيۡنِ وَلَمۡ يُخۡرِجُوۡكُمۡ مِّنۡ دِيَارِكُمۡ اَنۡ تَبَرُّوۡهُمۡ وَ تُقۡسِطُوۡۤا اِلَيۡهِمۡ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الۡمُقۡسِطِيۡنَ‏ 

Artinya: “Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.”

Para ulama tafsir Al-Qur’an memberikan penjelasan tafsir ayat di atas bahwa tidak boleh di antara orang Islam dan non Islam yang tidak mencegah/memerangi satu sama lain untuk tidak diberi rasa keadilan dan kenyamanan.

Sementara itu Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menilai bahwa ayat di atas merupakan gabungan perintah beriman sekaligus sadar akan kewarganegaraan. Tauhid menjadi keharusan yang dijalankan oleh setiap orang.

Namun demikian selain tauhid juga prinsip kewarganegaraan dalam bentuk saling menguatkan dan saling mendukung satu sama lain. Tidak boleh ada orang yang merasa paling benar sendiri dalam konteks seperti demikian.

Allah SWT melarang umat Islam memusuhi pemeluk agama lain jika mereka tidak memusuhi, mengusir atau memerangi terlebih dahulu. Inilah yang juga dipraktikkan oleh penduduk Madinah kala dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW.

Disebutkan dalam Tafsir Departemen Agama, bahwa Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil, karena kebaikan dan keadilan itu bersifat universal, kepada orang-orang kafir yang tidak memerangi kamu karena agama dengan menekankan kebebasan dan toleransi beragama; dan tidak mengusir kamu dari kampung halaman kamu, karena kamu beriman kepada Allah.