Olahraga

Tiba di Tokyo, Pebulutangkis Indonesia Jalani Pemeriksaan Air Ludah

Tim Indonesia akan melakukan pemusatan latihan di Kumamoto sebelum turun bertanding mulai 24 Juli di Tokyo.


Tiba di Tokyo, Pebulutangkis Indonesia Jalani Pemeriksaan Air Ludah
Pasangan ganda putra bulutangkis Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, ketika berada di Bandar Udara Soekarno-Hatta di Banten, Kamis (8/7), sebelum berangkat ke Tokyo, Jepang. (PBSI)

AKURAT.CO, Tim Nasional Bulutangkis Indonesia yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 sudah tiba di Bandar Udara Haneda di Tokyo, Jepang, Jumat (9/7) pagi pukul 08.45 waktu setempat. Sesampainya di sana, para pebulutangkis Indonesia menjalani tes virus corona (COVID-19) dengan menggunakan sampel air ludah (saliva).

Salah satu atlet ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan, mengaku baru pertama melakukan pemeriksaan COVID-19 dengan menggunakan sampel ludah. Pebulutangkis senior ranking dua dunia ini mengatakan bahwa pemeriksaan dengan sampel ludah tidak menimbulkan rasa sakit sebagaimana tes melalui hidung.

“Ini pertama kali saya tes saliva. Rasanya aman dan yang pasti tidak sakit. Jadi kita tinggal buang ludah saja tapi tidak boleh berbusa. Nanti ada batas minimalnya tapi saya tidak tahu persisnya berapa. Sedikit yang pasti,” kata Hendra di Tokyo, Jepang, Jumat (9/7), sebagaimana dipetik dari rilis resmi PBSI.

“Agak aneh ya karena biasanya tesnya kan dicolok hidung dan tenggorokan. Dengan ini lebih nyaman jadinya, apalagi di Kumamoto (lokasi pemusatan latihan) dan mungkin di Tokyo nanti kami ada tes setiap hari.”

Manajer Tim Bulutangkis Indonesia, Eddy Prayitno, menyampaikan bahwa seluruh atlet dalam kondisi baik. Protokol kesehatan yang sudah ditempuh juga dijalani dengan lancar sembari menunggu jadwal terbang ke Kumamoto pada sore waktu setempat.

“Puji Tuhan kami tim bulutangkis Indonesia sudah tiba di Haneda. Tadi langsung menjalani tes saliva dan hasilnya semua negatif,” kata Eddy. “Proses pemeriksaan protokol kesehatan dan imigrasi juga sudah selesai, lancar. Kami tadi sempat diterima di KBRI dan sekarang tinggal menunggu penerbangan ke Kumamoto.”

Tim bulutangkis Indonesia adalah kloter pertama Olimpiade Tokyo yang mendarat di Jepang. Diharapkan sebagai tulang punggung Indonesia untuk mempertahankan tradisi medali emas membuat tim bulutangkis tiba lebih dulu untuk melakukan pemusatan latihan seraya beradaptasi dengan suasana di Jepang.

Total, Indonesia mengirimkan sebelas atlet yang tersebar di lima sektor. Ganda putra menjadi harapan pendulan emas dengan dua pasangan teratas dunia saat ini melalui Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo serta Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.[]