News

Tiba di Patung Kuda, Massa Demo Tolak RKUHP Nyanyikan Lagu Selamat Ulang Tahun untuk Jokowi

Tiba di Patung Kuda, Massa Demo Tolak RKUHP Nyanyikan Lagu Selamat Ulang Tahun untuk Jokowi
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dari berbagai elemen mulai mendatangi wilayah Patung Kuda, Jakarta Pusat.  (AKURAT.CO/Anisha Aprilia)

AKURAT.CO, Sejumlah mahasiswa yang tergabung dari berbagai elemen mulai mendatangi wilayah Patung Kuda, Jakarta Pusat. 

Pantauan AKURAT.CO di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Selasa (21/6/2022), sejumlah mahasiswa itu tiba pada pukul 14.32 WIB. Mahasiswa tersebut membawa sejumlah atribut seperti almamater kampus masing-masing hingga poster.

Saat tiba di kawasan Patung Kuda, para mahasiswa itu pun langsung menyanyikan lagu bertajuk 'Selamat Ulang Tahun' milik Jamrud.

baca juga:

"Selamat ulang tahun Pak Jokowi," kata para mahasiswa. 

"Mudah-mudahan panjang umur sehat selama-lamanya," sorak para Mahasiswa. 

"Happy Birthday Pakde Jokowi," lanjut mahasiswa. 

Sebagaimana diketahui, sejumlah mahasiswa menggelar aksi demonstrasi menolak draf RKUHP di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, siang ini. 

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian kita agar naskah RKUHP segera di tolak demi kepentingan masyarakat. 

Demonstrasi ini dinyatakan sebagai perayaan ulang tahun ke-61 Presiden Joko Widodo (Jokowi), 21 Juni. 

"Bertepatan di ulang tahun Pak Jokowi hari ini kita ingin kasih kado ya. Jadi kadonya adalah kita merayakan ulang tahun Pak Jokowi dengan melaksanakan aksi," kata Ketua BEM UI, Bayu Satria Utomo kepada wartawan, Selasa (21/6/2022). 

Aksi digelar secara simbolik di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat sekitar pukul 14.00 WIB. Unjuk rasa akan diikuti banyak elemen masyarakat.

Sebagai aksi simbolik, mereka akan memberi hadiah ulang tahun kepada Jokowi berupa 'somasi RKUHP'. Isinya adalah pernyataan sikap yang memuat desakan membuka draf RKUHP terbaru, bukan draf RKUHP tahun 2019 sebagaimana yang sekarang telah beredar. 

"Hadiah ulang tahun Presiden Jokowi: Somasi RKUHP," kata Aliansi Nasional Reformasi KUHP dalam pernyataan sikapnya. 

Mereka menyoroti pasal-pasal problematik dalam RKUHP berupa living law, soal pidana mati, contempt of court, penyerangan harkat dan martabat presiden, aborsi, hate speech, kohabitasi, pidana untuk demonstrasi tanpa pemberitahuan, hingga penghinaan terhadap penguasa. 

Mereka mengultimatum agar Presiden dan DPR membuka draf RKUHP dalam waktu 7 x 24 jam. Apabila 'somasi' ini tidak diindahkan, maka mereka mengancam akan menggelar demonstrasi besar. Berikut adalah pernyataan sikap mereka. 

1. Mendesak Presiden dan DPR RI untuk membuka draf terbaru RKUHP dalam waktu dekat serta melakukan pembahasan RKUHP secara transparan dengan menjunjung tinggi partisipasi publik yang bermakna;

2. Menuntut Presiden dan DPR RI untuk membahas kembali pasal pasal bermasalah dalam RKUHP, terutama pasal-pasal yang berpotensi membungkam kebebasan berpendapat dan berekspresi warga negara meski tidak termasuk ke dalam isu krusial. 

3. Apabila Presiden dan DPR RI tidak kunjung membuka draf terbaru RKUHP dan menyatakan akan membahas pasal-pasal bermasalah di luar isu krusial dalam kurun waktu 7 x 24 (tujuh kali dua puluh empat) jam sejak pernyataan sikap ini dibacakan, kami siap bertumpah ruah ke jalan dan menimbulkan gelombang penolakan yang lebih besar dibandingkan tahun 2019. []