Olahraga

Thiem: Saya Menghabiskan Seluruh Hidup untuk Memenangi Grand Slam


Thiem: Saya Menghabiskan Seluruh Hidup untuk Memenangi Grand Slam
Petenis asal Austria, Dominic Thiem, dalam seremoni juara AS Terbuka 2020 di New York, AS, Minggu (13/9). (REUTERS/Danielle Parhizkaran)

AKURAT.CO, Memenangi grand slam di era ketika Novak Djokovic, Rafael Nadal, dan Roger Federer masih aktif bermain jelas sebuah keistimewaan bagi petenis lain. Agaknya, itulah yang dirasakan oleh petenis asal Austria, Dominic Thiem, setelah ia memastikan diri menjadi juara Amerika Serikat Terbuka 2020.

Mengalahkan Alexander Zverev dalam partai final yang intens di Flushing Meadows, New York, AS, Minggu (13/9), Thiem mengatakan bahwa ia menghabiskan seluruh hidupnya untuk memenangi gelar tersebut.

Kemenangan dalam laga lima set dengan skor 206, 6-4, 6-4, 6-3, dan 7(8)-6(6) itu juga sekaligus merupakan gelar grand slam pertama bagi Thiem yang saat ini duduk di posisi ranking tiga dunia.

“Saya meraih target seumur hidup, impian, yang saya (impikan) bertahun-tahun,” kata Thiem sebagaimana dipetik dari BBC. “Saya mendedikasikan seluruh hidup saya sampai detik ini untuk memenangi empat gelar utama. Kini saya melakukannya. Itu juga pencapaian besar bagi diri saya sendiri.”

Sebelum menjuarai AS Terbuka, Thiem sudah tiga kali tampil di final grand slam tanpa memenanginya. Ia dikalahkan Novak Djokovic di final Australia Terbuka tahun ini dan kalah atas Rafael Nadal di final Prancis Terbuka dua musim beruntun pada 2018 dan 2019.

“Sejauh ini, (pencapaian) ini bukan hanya untuk diri saya, ini (juga) pencapaian bagi seluruh tim saya, dan seluruh keluarga. Saya kira juga hari ini (final AS Terbuka) adalah hari di mana saya memberi kembali sejumlah besar dari apa yang sudah mereka lakukan untuk saya.”

Sejarah lain dalam kemenangan Thiem kali ini adalah ia merupakan petenis pertama kelahiran 1990-an yang memenangi gelar grand slam. Dan itu dilakukannya dalam musim yang tidak normal karena digelar ketika pandemi virus corona (COVID-19) melanda dunia dengan AS sebagai pusat penyebarannya.

Turnamen tahun ini juga tidak diikuti dua dari “the big three”, Rafael Nadal dan Roger Federer. Adapun anggota lain yang juga petenis ranking satu dunia, Novak Djokovic, tersingkir setelah didiskualifikasi di perempat final karena melempar bola yang mengenai seorang hakim garis.

Dengan satu gelar grand slam di tangannya, Thiem mengaku kini ia bisa lebih tenang untuk mengejar semua yang diinginkannya. Sekali lagi, tak mudah untuk merebut grand slam selama the big three masih bercokol di dunia persilatan.

“Dengan target ini sudah tercapai, menurut saya dan saya berharap saya akan menjadi sedikit lebih rileks dan bermain sedikit lebih bebas di event-event besar,” ucap Thiem.[]