Ekonomi

The Fed Diprediksi Bakal Jor-joran Kerek Suku Bunga, Sri Mulyani Wanti-wanti Begini!

inflasi tinggi direspon dengan monetary policy  kemungkinan revolusi ini akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi atau bahkan muncul resesi kombinasi


The Fed Diprediksi Bakal Jor-joran Kerek Suku Bunga, Sri Mulyani Wanti-wanti Begini!
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Lobby Nusantara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (7/12/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan melihat ketidakpastian yang terjadi akibat pandemi serta pemulihan ekonomi nasional maupun global, maka jika inflasi tinggi direspon dengan monetary policy  kemungkinan revolusi ini akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi atau bahkan muncul resesi kombinasi.

Menurutnya kombinasi resisi dan inflasi yang tinggi dinamakan stagflasi, di mana dari sisi pertumbuhan stagnan tetap dari sisi inflasinya tinggi. Ia menjelaskan hal tersebut pernah terjadi pada tahun 80-an awal dan tahun 90 awal.

“Ini bukan fenomena yang mudah, saya ingin sampaikan kepada Badan Anggaran,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam acara Banggar DPR RI Raker dengan Menteri Keuangan, Kamis (19/5/2022).

baca juga:

Dirinya pun merincikan harga komoditas pangan dan energi yang menjulang tinggi akibat perang Rusia dan Ukraina, untuk Natural Gas 127 persen ytd, Coal 137,3 persen, Brent 48,6 persen ytd, CPO 26,1 persen ytd, Wheat 56,5 persen dan Corn 34,3 persen.

“ Indeks food internasional naik 145 persen dibandingkan periode tahun 2020 ini sudah berubah level pricenya berubah sangat tinggi. Nah kenaikan yang sangat tinggi ini direspons dengan kebijakan penetapan suku bunga dan likuiditas, atau kenaikan suku bunga dan likuiditas,” jelas Sri Mulyani.

" Kenapa kami hanya meng single-out kan Amerika Serikat? Karena pertama penggunaan dollar Amerika di seluruh dunia itu mencapai lebih 65 persen. Jadi apa yang terjadi di US Dollar pasti mempengaruhi lebih dari 60 persen dunia. Ekonomi Amerika juga merupakan ekonomi tertinggi,” lanjutnya.

Sementara itu, suku bunga acuan The Fed naik bahkan hingga 20 persen menyampaikan bahwa Fed Fund Rate sekarang mencoba untuk menaikan 50 basis poin. Dengan menaikan 50 basis poin, basisnya masih 1 persen.

Bahkan mulai berpikir akan naik menjadi 75 basis poin yang akan berada pada posisi 3,5 persen di akhir tahun.

“ Kalau kita lihat pernyataan Jeremy Powell kemarin dia mengatakan tidak akan segan menaikan suku bunga di atas rate netral. Rate yang di mana dia mampu mengendalikan inflasi kembali ke level 2 persen, yang sebelumnya sudah di 8,4 persen,” tuturnya.[]