News

Tewaskan 3 Orang saat Banjir, Rumah Bawah Tanah ala 'Parasite' akan Dilarang di Seoul

Tewaskan 3 Orang saat Banjir, Rumah Bawah Tanah ala 'Parasite' akan Dilarang di Seoul
Film Parasite karya Bong Joon-ho pada 2019 meningkatkan perhatian terhadap rumah bawah tanah (banjiha) secara internasional. (CJ Entertainment dan BBC)

AKURAT.CO Pemerintah Seoul di Korea Selatan akan menghapus secara bertahap rumah bawah tanah setelah kematian 2 wanita dan seorang remaja usai diterjang banjir awal pekan ini.

Dilansir dari BBC, apartemen kecil semacam itu menuai perhatian dalam film Parasite yang memenangkan Oscar. Yang menyewa biasanya orang-orang berpenghasilan rendah.

Otoritas Seoul tak akan lagi memberikan izin untuk membangun rumah semacam itu mulai pekan ini. Sementara itu, bangunan yang sudah ada akan dirombak secara bertahap.

baca juga:

Keputusan ini diambil setelah ibu kota Korea Selatan ini diguyur hujan terderas dalam 80 tahun.

Hingga Rabu (10/8), sedikitnya 11 orang dipastikan tewas atau hilang akibat banjir yang sudah berlangsung 3 hari ini.

Pada Senin (8/8), 2 bersaudari berusia 40-an tahun dan seorang gadis 13 tahun ditemukan tewas di rumah bawah tanah mereka yang terendam banjir. Mereka dilaporkan telah memanggil bantuan. Namun, karena rumah mereka dipenuhi air, penyelamat tak mampu menjangkau mereka.

Tewaskan 3 Orang saat Banjir, Rumah Bawah Tanah ala Parasite akan Dilarang di Seoul - Foto 1
BBC

Tragedi ini kembali mencuatkan perhatian soal ketimpangan pendapatan dan bahaya tinggal di rumah bawah tanah. Apartemen yang disebut banjiha ini terkenal dengan harga sewanya yang murah dan kondisi lingkungan yang buruk.

Menurut otoritas pada Rabu (10/8), Seoul akan berkonsultasi dengan pemerintah untuk merevisi undang-undang bangunan guna melarang total penggunaan ruang bawah tanah untuk tujuan pemukiman. Mereka akan memberikan waktu 20 tahun bagi induk semangnya agar merombaknya untuk tujuan non-perumahan, seperti gudang atau tempat parkir.

Otoritas juga akan memberikan bantuan bagi penyewa banjiha yang ada agar pindah ke perumahan sewa biasa.