Ekonomi

Teten Masduki Bakal Gandeng BEI Dorong UMKM untuk IPO

Teten Masduki berencana akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Teten Masduki Bakal Gandeng BEI Dorong UMKM untuk IPO
Pekerja menyelesaikan pembuatan batik betawi di Terogong, Jakarta, Selasa (31/5/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki berencana akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU), dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam hal mempersiapkan inkubator bagi UMKM agar bisa melantai di BEI atau melakukan initial public offering (IPO).

IPO merupakan istilah bagi perusahaan privat yang akan menjual sebagian kepemilikan sahamnya kepada publik untuk pertama kalinya. IPO memberikan keuntungan baik bagi perusahaan itu sendiri maupun kepada publik.

"Kemarin saya bicara dengan direktur BEI untuk menyiapkan inkubator juga di BEI. Jadi, nanti akan saya follow up MOU nya dan teknisnya. Saya kira itu bagus, nanti kita siapkan UMKM yang IPO bisa lebih terencana, saya kira banyak potensinya UMKM kita yang bisa cari pembiayaan modal murah dari pasar modal," kata Teten di Bali, kemarin.

baca juga:

Teten optimis, jika MoU dilakukan maka akan lebih banyak lagi UMKM yang menyusul PT Sari Kreasi Boga Tbk UMKM produsen kebab yang berhasil melantai di bursa.

"Bakal banyak nanti setelah MOU insyallah, jadi saya baru pembicaraan dengan direktur BEI agar mereka menyiapkan inkubatornya supaya BEI jemput bola juga," ujarnya.

Baca Juga: Teten Masduki : IPO, Puncak UMKM Naik Kelas

Sebelumnya, Teten mengatakan itu menjadi bukti UMKM yang dikelola dengan baik akan mampu naik kelas dan menjadi unit usaha yang bisa bersaing dengan perusahaan besar lainnya.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi