News

Tetap Buka Selama Libur Lebaran, Ratusan Destinasi Wisata DIY Terapkan Pembatasan

Terkecuali obyek yang berada di zona oranye atau merah penyebaran COVID-19


Tetap Buka Selama Libur Lebaran, Ratusan Destinasi Wisata DIY Terapkan Pembatasan
Pemandangan Tugu Pal Putih, Kota Yogyakarta yang kini terbebas dari kepungan kabel FO dan PLN, Rabu (16/12/2020). AKURAT.CO/Kumoro Damarjati (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan seluruh destinasi wisata buka selama musim libur Lebaran 2021. Terkecuali obyek yang berada di zona oranye atau merah penyebaran COVID-19.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Rahardjo menuturkan, kriteria zonasi berdasarkan versi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro dengan pengkategorian per RT.

"Seluruh destinasi pariwisata itu buka kecuali yang masuk di dalam zona oranye dan merah," imbuh Singgih dalam jumpa pers di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Senin (10/5/2021).

"Itu (destinasi wisata di zona oranye dan merah) wajib hukumnya untuk tutup atau tidak menerima tamu atau tidak ada aktivitas kepariwisataan di destinasi tersebut," lanjut dia.

Dikatakan Singgih, sesuai yang terdaftar pada aplikasi atau portal informasi wisata di DIY terdapat 127 destinasi wisata yang saat ini beroperasi. Tak satu pun dari angka ratusan tersebut yang berlokasi di zona oranye atau merah.

Singgih melanjutkan, ketentuan pengkategorian ini mengacu pada Instruksi Gubernur (ingub) DIY Nomor 12/INSTR/2021 tentang perpanjangan masa PPKM mikro yang dikeluarkan 4 Mei kemarin. 

Ingub tersebut termasuk mengatur tentang kunjungan dan pengelolaan wisata di DIY selama masa pandemi.

Singgih merinci, destinasi wisata boleh beroperasi selama menerapkan aturan pembatasan jumlah kunjungan sebanyak separuh dari maksimal daya tampung. Selain itu jam operasional dibatasi maksimal pukul 21.00 WIB, kecuali yang bergerak di bidang akomodasi.

"Kemudian sementara waktu di libur lebaran meniadakan event di destinasi, karena akan menimbulkan kerumunan," ucap Singgih.

Para pengunjung pun sangat dianjurkan mengutamakan reservasi secara online melalui aplikasi Visiting Jogja. Serta menggunakan transaksi non tunai.

"Kami juga akan menerjunkan tim monitoring baik dari dispar provinsi atau kabupaten/kota untuk memantau jalannya penerapan kebijakan yang ada," tandasnya.

Kabag Humas Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji menambahkan, berdasarkan pendataan per 8 Mei 2021 hanya ada sebagian kecil RT yang masuk di zona oranye maupun merah.

Kata Ditya, dari total 27.670 RT se-DIY hanya 24 RT yang masuk ke zona oranye. Sedangkan 5 RT masuk kategori zona merah.

"Jadi bisa dipahami kenapa kok sampai saat ini belum ada destinasi wisata yang masuk di zona oranye maupun zona merah," imbuhnya.[]