Lifestyle

Tetap Bahagia Yuk! Ini Strategi Jitu Jaga Kesehatan Mental Keluarga Saat Pandemi

Pandemi Covid-19 mempengaruhi mental para orang tua dan anak. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga menjaga kesehatan mental keluarga selama pandemi


Tetap Bahagia Yuk! Ini Strategi Jitu Jaga Kesehatan Mental Keluarga Saat Pandemi
Ilustrasi menjaga kebahagiaan keluarga selama pandemi

AKURAT.CO, Pandemi Covid-19 tak kunjung berakhir. Angka kasus Covid-19 terus meningkat, hingga aktivitas semakin terbatas. Kondisi ini tentunya mempengaruhi kondisi psikologis semua orang, termasuk Mom dan Si Kecil.

Ingat, Si Kecil juga merasakan tekanan, khawatir dan ketakutan yang sama seperti orang dewasa dalam menghadapi pandemi ini. Sayangnya, anak belum mampu mengendalikan emosi tersebut sehingga kerap membuat ulah yang membuat Mom marah.

“Perubahan perilaku dan emosional serta adanya keluhan fisik pada anak adalah beberapa ciri stres yang bisa dialami anak-anak,” jelas Psikolog Anak, Fathya Artha Utami, M.Sc., M.Psi, dalam virtual media briefing dengan tema 'Orang Tua Bahagia, Kunci Kesehatan Mental Anak' pada Kamis, (22/7/2021).  

Sementara itu, Mom sendiri kesulitan untuk mengendalikan emosi saat anak berulah. Fathya menyebut hal ini karena otak menganggap perilaku dan emosi anak sebagai ancaman. Alhasil, Mom sering bereaksi berlebihan pada perilaku anak. 

Kondisi ini tentunya tidak sehat untuk psikologis Mom dan Si Kecil. Fathya  menyarankan Mom untuk peka dalam mendeteksi perilaku stres pada anak. Bantu anak untuk megenali dan mengendalikan emosinya.

“Untuk itu, orangtua perlu mendampingi anak dalam mengelola emosi dengan metode HADIR: Hadapi dengan tenang, Anggap semua perasaannya penting, Dengarkan tanpa distraksi, Ingat untuk bantu menamai emosi anak dan Rembukan opsi, batasan serta solusi masalah,” tuturnya. 

Mom juga harus bisa mengomunikasikan emosi dengan anak secara jujur, agar Mom pun tahu kebutuhan Si Kecil. Hal ini sangat dibutuhkan demi menjaga kesehatan mental keluarga. Dengan mengomunikasikan secara jujur, Mom dan Si Kecil akan dapat menyusun strategi untuk saling menenangkan emosi yang dirasakan.

Pahami pula bahwa semua emosi yang dirasakan itu benar dan diterima. Selain itu, Mom juga perlu membuat rutinitas bersama.

"Cek emosi secara regular. Bersama anak menerima emosi yang dirasakan, serta menyusun strategi untuk menenangkan. Serta, ingat bahwa semua emosi valid dan diterima" kata Fathya.

Hal lain yang tak kalah penting adalah kerja sama dengan pasangan. Mom tidak boleh merasa melewati ini sendirian. Mom dan Dad perlu saling berkompromi setiap hari atas peran dan tugas yang dijalani. Bersama-sama, Mom dan Dad menentukan mana yang menjadi prioritas dan kapan saatnya perlu fokus ke keluarga.

"Buat ibu-ibu jangan merasa semua tanggung jawabnya itu sendiri ada ayahnya. Dibagi-bagi tugas dalam satu hari, nggak perlu semuanya diributin," pesannya.

Terakhir, Mom tidak boleh lupa untuk merawat diri sendiri dan keluarga. Ambilah me time untuk melakukan hal-hal yang Mom sukai.

"Merawat diri dan menjaga diri sendiri itu penting untuk orangtua sediakan waktu 2 menit 3 menit untuk menarik nafas dan kenali sumber kebahagiaan dan kesenangan sendiri, seperi membaca buku atau hal lainnya," seru Fathya.

"Meditasi atau memakai masker wajah bersama keluarga bisa menjadi kegiatan menyenangkan di akhir pekan," imbuhnya. 

Fathya lantas mengingatkan bahwa pandemi ini bukanlah hal yang mudah untuk dilewati. Oleh sebab itu, dia menyarankan Mom untuk tidak mengharapkan kesempurnaan dari dalam menjalani hari-hari. Yang paling penting, Mom bisa memastikan Si Kecil tumbuh dan berkembang dengan baik.

"Yang terpenting, mengatur ekspektasi yang realistis. Kali ini target utama adalah bisa melewati hari dengan cukup baik, bukan sempurna," pungkas Fathya.[]