Entertainment

Tessa Mariska Datangi Polda Metro Jaya Soal Kasus Arisan, Bawa 2 Saksi Korban

Tessa Mariska datang ke Polda Metro Jaya terkait dengan kasus arisan, Senin (01/08).

Tessa Mariska Datangi Polda Metro Jaya Soal Kasus Arisan, Bawa 2 Saksi Korban
Tessa Mariska. (AKURAT.CO/Maria Gabrielle)

AKURAT.CO, Tessa Mariska menyambangi Polda Metro Jaya bersama kuasa hukum, Senin (01/08). Kedatangannya terkait dengan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana arisan yang melibatkan Krisna Mukti.

Tessa Mariska datang untuk memenuhi panggilan yang sempat tertunda. Tidak hanya bersama kuasa hukumnya, Zul Armain Azis, dia pun membawa dua orang saksi korban.

"Kita memenuhi panggilan karena saya sudah di BAP, tapi sempat tertunda karena saya di rawat ada sakit. Kemarin di BAP lebih dari 6 jam asam lambung saya naik karena sambil puasa kan," ujar Tessa Mariska ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (01/08).

baca juga:

"Hari ini kita mendatangkan saksi yang sudah selesai dari arisan tidak ada tunggakkan, atau saksi korban yang belum mendapatkan haknya karena ada ketelatan ketelatan," lanjut Tessa.

Tessa Mariska menerangkan ada lebih dari 15 orang yang belum menerima haknya. Padahal saat Krisna Mukti mendapat jatah arisan, ke 15 orang itu membayar penuh.

"Yang pasti nanti ada pengembangan selanjutnya, karena ini kita bawa saksi korban. Karena arisan ini yang gak bayar itu, contohnya KM, itu bukan ke saya, itu beberapa kepala loh. Lebih dari 15 kepala yang belum di bayar, sedangkan  waktu dia narik, 15 lebih kepala itu membayar full. Dan mereka begitu menerima haknya tidak dibayar, satu sen pun," beber Tessa Mariska.

Adapun saksi dibawa hari ini atas permintaan penyidik. "Hari ini kan pemeriksaan saksi, kami diminta oleh penyidik untuk mengajukan saksi untuk membuktikan perbuatan yang dilakukan oleh KM. Jadi, hari ini kami mengajukan dua orang saksi, sudah siap untuk hari ini," jelasnya.

Selain saksi, pihak Tessa Mariska juga mengajukan bukti tambahan. Ini dilakukan guna memperkuat dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Diketahui dia melaporkan beberapa orang, termasuk Krisna Mukti. Tessa pun tidak menutup kemungkinam untuk berdamai. Justru ia bersyukur akan hal itu, seharusnya arisan ditutup pada Januari 2021 lalu. Maka terhitung sudah 1,5 tahun kisruh ini bergulir.

"Kalau bisa sih kita selesaikan dengan cara kekeluargaan kan masih ada restorative justice. Tapi kalo tidak, saya minta dilanjutkan. Biar mereka tahu bahwa hukum ini harus ditegakkan, keadilan ini harus dijalankan," pungkas Tessa Mariska.