Tech

Tesla Luncurkan Mobil Listrik Murah di Cina

Tesla mengenalkan versi Model Y yang sudah di pasarkan di Cina


Tesla Luncurkan Mobil Listrik Murah di Cina
Tesla Model Y (UBERGIZMO.COM)

AKURAT.CO, Perang mobil listrik dengan harga terjangkau sepertinya akan menjadi pemandangan yang tak asing bagi masa depan industri mobil dunia. Pasalnya, seluruh perusahaan mobil dunia sedang membuat teknologi mobil ramah lingkungan. Tentunya, akan terjadi persaingan harga mobil listrik di masa yang akan datang. 

Salah satu perusahaan mobil listrik ternama, Tesla Inc menjadi salah satu perusahaan yang menyajikan mobil listrik dengan harga terjangkau. Ini dilakukan dengan mengenalkan versi Model Y yang sudah di pasarkan di Cina. 

Ini menjadi langkah strategis perusahaan tersebut. Mengutip dari Reuters, Cina akan menjadi gudangnya mobil listrik murah di masa depan. 

Crossover Utility Vehicle (CUV) ini dijual di bawah model Y yang telah dijajakan sebelumnya. Adapun, turunnya harga Model Y milik Tesla ini salah satunya disebabkan oleh jenis baterai baru yang di pasok oleh Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL)

Perihal turunnya harga Model Y ini salah satunya disebabkan oleh digunakannya baterai baru yang dipasok oleh Contemporary Amperex Technology Co, Limited (CATL) , pembuat baterai terbesar dari Cina. Baterai baru ini merupakan jenis lithium ferro phosphat, sedangkan pada varian sebelumnya, Tesla Model Y menggunakan baterai lithium-nikel-kobalt-aluminium.

Dibandingkan dengan baterai Tesla biasanya, baterai baru ini memiliki jangkauan yang lebih pendek tetapi lebih murah untuk diproduksi. Baterai pada Model Y tersebut, mampu menempuh jarak 525 km (326 mil) dengan satu kali pengisian penuh. Lebih pendek dari kemampuan jarak versi sebelumnya yang mampu menempuh jarak 594 km.

Tesla menjajakan varian anyar ini di angka 276.000 Yuan atau sekitar Rp617 Jutaan. Harga ini 20% lebih rendah dibanding harga versi sebelumnya.

Seperti diketahui, Model Y merupakan mobil listrik Tesla yang diproduksi lokal di Giga Factory Shanghai Cina. Tesla mencatatkan penjualan yang tidak terlalu baik di negri tirai bambu tersebut. Penjualan Tesla anjlok pada bulan Mei 2021. Hal ini disebut lantaran Tesla tersandung masalah yang berkaitan dengan sistem pengereman dan keamanan.

Pada Juni 2021, penjualan Tesla mulai pulih. Jumlah mobil yang diimpor ke Cina meningkat 6.202 unit, sehingga menjadi 28.138 unit.