Lifestyle

Tes Swab Covid-19 Wajib Digencarkan Saat Pelaksanaan PTM

Dinas Kesehatan provinsi gencar melakukan swab PCR kepada sekolah, siswa, dan guru, untuk mendeteksi dan memitigasi kenaikan kasus di tengah PTM


Tes Swab Covid-19 Wajib Digencarkan Saat Pelaksanaan PTM
Sampel swab test PCR warga di Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (28/12/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO  Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menilai kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) memerlukan perhatian khusus.

Sebab, puncak penyebaran varian Omicron diperkirakan terjadi pada Februari 2022 hingga awal Maret 2022.

"Bagaimana kira-kira kelanjutan kebijakan dari PTM ini, pembelajaran tatap muka ini. Karena penyebarannya cepat dan bahkan diperkirakan Februari ini akan mencapai puncaknya dan sampai dengan awal Maret," kata Ma'ruf saat memimpin rapat terbatas evaluasi PPKM secara daring, dikutip dari laman Kominfo pad Rabu (26/01).

baca juga:

Dalam rapat terbatas, Ma'ruf menyoroti penyebaran varian Covid-19 Omicron yang meningkat pesat beberapa hari terakhir dan menyebabkan kematian.

Dia juga meminta kesiapan jajaran untuk mencegah penularan lebih masif dan korban yang lebih banyak.

"Ini walaupun sekali lagi tingkat keparahan varian Omicron ini lebih ringan dibanding dengan Delta, tapi kalau jumlah bertambah terus, potensi penularan kepada, terutama yang komorbid, maka ini juga akan memberikan tekanan kepada fasilitas tenaga kesehatan yang ada. Karena itu, seperti apa kesiapan kita dalam menghadapi kemungkinan-kemungkinan itu," jelas Ma'ruf.

Ma'ruf mengatakan, sejumlah kesiapan yang dapat dilaksanakan yakni penguatan tracing pada masyarakat untuk mengantisipasi Orang Tanpa Gejala (OTG) dan percepatan vaksinasi dewasa, lansia, serta anak-anak.

Sementara itu, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) juga mencatat adanya perkembangan kasus Covid-19 sampai Selasa kemarin, 25 Januari 2022. Data menunjukkan angka kasus yang terus melonjak naik. 

Berdasarkan catatan tersebut, terjadi penambahan sebesar 4.878 total kasus secara nasional. DKI Jakarta adalah penyumbang kasus Covid-19 terbanyak yakni 2.190 kasus. 

Penambahan kasus ini berdampak kepada pendidikan, khususnya sekolah di Jakarta. Sudah 90 sekolah yang ditutup, menghentikan proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100%, akibat siswa dan guru positif Covid-19.

"P2G meyakini, sebenarnya yang tutup lebih dari 90 sekolah, sebab ada orang tua yang belum lapor ke sekolah dan Disdik," ujar Kepala Bidang Advokasi P2G, Iman Zanatul Haeri melalui keterangan pers, pada Rabu (26/01).

Jumlah sekolah yang menghentikan PTM 100% terus bertambah tiap minggu. Semula 39 sekolah, lalu 43 sekolah, dan sekarang 90 sekolah.

Padahal Jakarta belum 1 bulan PTM. Setiap minggu angkanya akan terus bertambah.

"Kami meminta Dinas Kesehatan provinsi gencar melakukan swab PCR dan active case finding kepada sekolah, siswa, dan guru, untuk mendeteksi dan memitigasi kenaikan kasus", lanjut guru SMA di Jakarta Selatan ini.