Ekonomi

Tes PCR Hasil Keluar 3 Jam di Bandara Soetta Tidak Diwajibkan!

Bos AP II Muhammad Awaluddin: layanan RT-PCR dengan hasil keluar sekitar 3 jam di Airport Health Center Bandara Soetta jadi pilihan penumpang pesawat.


Tes PCR Hasil Keluar 3 Jam di Bandara Soetta Tidak Diwajibkan!
Petugas kesehatan mengambil sampel lendir seorang warga saat tes usap PCR COVID-19 massal di Kantor Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Selasa (26/1/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, PT Angkasa Pura II (Persero) menyatakan bahwa layanan RT-PCR dengan hasil keluar sekitar 3 jam di Airport Health Center Bandara Soekarno-Hatta cukup menjadi pilihan bagi penumpang pesawat.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, sejak dibuka 24 Oktober 2021, layanan tes RT-PCR dengan hasil keluar sekitar 3 jam ini melayani 230 orang penumpang pesawat.

“Kami melihat sudah mulai ada pergeseran bahwa penumpang pesawat kini melakukan tes RT-PCR di hari yang sama dengan keberangkatan, karena memang Airport Health Center di Bandara Soekarno-Hatta mampu memberikan hasil tes keluar sekitar 3 jam,” kata Muhammad Awaluddin dalam keterangan resminya, Selasa (26/10/2021).

Muhammad Awaluddin mengatakan, layanan tersebut dilakukan sebagai upaya mendukung penerapan protokol kesehatan di transportasi udara.

Layanan tes RT- PCR dengan hasil keluar 3 jam ini diperuntukkan khusus bagi penumpang pesawat berangkat di tanggal yang sama dengan tes.

Bagi penumpang berangkat di tanggal berbeda dengan tes, dapat memilih layanan tes RT-PCR dengan hasil keluar 1x24 jam yang juga terdapat di Airport Health Center Bandara Soekarno-Hatta.

Tidak ada perbedaan harga antara hasil keluar 3 jam dan hasil keluar 1x24 jam, di mana ditetapkan harga saat ini sama-sama Rp495.000 sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK.02.02/I/2845/2021 Tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Ke depannya kemungkinan akan kembali dilakukan penyesuaian harga, menunggu regulasi dari pemerintah.

“Fokus kami di tengah pandemi ini adalah menerapkan protokol kesehatan sesuai regulasi dari pemerintah. Sejalan dengan itu, bandara-bandara AP II berupaya untuk menghadirkan suatu proses dan inovasi untuk memudahkan penumpang pesawat dalam menjalani protokol kesehatan” ujarnya.