Olahraga

Tes Medis Memuaskan, Persiapan Garuda INAF Hadapi Piala Dunia Sudah 75 Persen

Tes Medis Memuaskan, Persiapan Garuda INAF Hadapi Piala Dunia Sudah 75 Persen
Konferensi pers Timnas Amputasi Indonesia usai melakukan pemeriksaan medis di RSKB Columbia Asia Pulomas, Kamis (9/9). (Akurat.co/Dimas Ramadhan)

AKURAT.CO, Persiapan Tim Nasional Indonesia jelang mengikuti Piala Dunia Amputasi (WAFF) 2022 semakin matang. Selain menjalani latihan secara intensif, skuat Garuda INAF (Indonesia National Amputee Federation) -julukan Timnas Amputasi- melakukan medical check up (MCU) atau pemeriksaan medis sebelum terbang ke Turki.

Timnas Amputasi Indonesia melakukan pemeriksaan medis Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Columbia Asia, Pulomas, Jakarta Timur, pada Jumat (9/9). 

Direktur RSKB Columbia Asia Pulomas, Himawan Prasetyo mengungkapkan bahwa hasil tes medis para pemain Timnas Amputasi cukup baik. Ia menyebut bahwa Aditya dan kolega dalam kondisi kesehatan yang baik, sehingga ia yakin bahwa mereka bisa tampil maksimal di Piala Dunia WAFF 2022, yang diselenggarakan pada 1-9 Oktober mendatang.

baca juga:

"Kami melakukan MCU kepada seluruh pemain, secara garis besar kami telah memeriksa dan mendapatkan hasil yang bagus. Insyaallah ini akan menunjang fisik para pemain di piala dunia," ujar Hirmawan dalam jumpa pers.

Hal serupa juga diungkapkan oleh General Manager (GM) RSKB Columbia Asia Pulomas, Gabrielly Zwitveysie Allow. Ia menyebut bahwa Timnas Amputasi sudah siap bertanding di Piala Dunia WAFF 2022.

"Secara kesehatan secara overall, kami bisa sampaikan tim atlet dan ofisial siap untuk berangkat dan bertanding. Tapi masih ada yang harus kami telaah, karena hasil belum selesai semua," ucap Gabrielly.

"Mungkin ada beberapa catatan kecil yang harus disiapkan sebelum berangkat. Tim fisioterapi kami nanti akan memantau terus bagaimana perkembangan mereka, kebutuhan mereka hingga berangkat nanti."

Sementara itu, Direktur Teknik Perkumpulan Sepakbola Amputasi Indonesia (PSAI)/INAF, Rixhi Saputra mengatakan, tes medis ini membuat kondisi dan persiapan anak didiknya sudah mencapai 75 persen.

"Persiapan kami, kondisi tim kami bisa dikatakan sudah mencapai 75 persen. Kami hanya perlu meningkatkan performa para pemain karena ada yang perlu kita perbaiki di permainan kami. Kami juga buta dengan kekuatan lawan, tapi kami yakin bisa mengalahkan mereka," kata Rixhi.

"Kami terbantu dengan fisioterapi yang diberikan (RSKB Columbia Asia), performa para pemain bisa meningkat karena dukungan mereka. Dari nol, setelah dapat dukungan, skala kebugaran kami jadi 65 persen."

Sementara itu, skuad Garuda INAF masih memiliki waktu persiapan sekira dua pekan sebelum berangkat ke Turki pada 27 September mendatang.

"Keseluruhan kondisi saya aman (baik), kondisi kawan-kawan yang lain juga bagus. Kami masih punya waktu sekitar dua minggu lagi, sebelum berangkat ke Turki, dan dari tanggal 25 (September) kita hanya fokus jaga kondisi tubuh," ungkap kapten tim Aditya.

Di Piala Dunia WAFF, Timnas Amputasi Indonesia tergabung ke dalam grup C bersama Argentina, Amerika Serikat dan Inggris. Tim besutan Bayu Guntoro itu sendiri akan berangkat ke Turki dengan berkekuatan 20 pemain.[]