News

Teruskan Kekuasaan Sang Ayah, Sara Duterte Dilantik sebagai Wakil Presiden Filipina

Sara Duterte disumpah di samping Ferdinand Marcos Junior yang akan segera menggantikan Rodrigo Duterte sebagai presiden.


Teruskan Kekuasaan Sang Ayah, Sara Duterte Dilantik sebagai Wakil Presiden Filipina
Presiden Filipina Rodrigo Duterte mendampingi putrinya, Sara Duterte, yang dilantik sebagai wakil presiden Filipina pada Minggu (19/6). (BBC)

AKURAT.CO Sara Duterte telah dilantik sebagai wakil presiden Filipina dalam sebuah upacara di Davao pada Minggu (19/6). Ia pun berjanji untuk menyatukan Filipina.

Dilansir dari BBC, putri sulung Presiden Filipina Rodrigo Duterte ini mengikuti jejak ayahnya dengan mengambil alih jabatan wali kota Davao dari ayahnya lebih dari satu dekade lalu. Ia lantas mengejar karier politik nasional.

Sara Duterte disumpah di samping Ferdinand Marcos Junior yang akan segera menggantikan Rodrigo Duterte sebagai presiden.

baca juga:

"Hari-hari ke depan mungkin penuh dengan tantangan yang menuntut kita untuk lebih bersatu dengan bangsa," tuturnya.

Sara Duterte akan menjabat secara resmi bersama Ferdinand Marcos Junior selama 6 tahun mulai 30 Juni.

Maju dalam Pemilu Mei, pasangan calon itu meraih kemenangan telak bersejarah dengan membentuk aliansi yang kuat dan menjalankan pesan persatuan. Taktik mereka juga membantu banyak sekutu mereka memenangkan kekuasaan di posisi lain di pemerintahan.

Di Filipina, presiden dan wakil presiden dipilih secara terpisah.

Rodrigo Duterte merupakan sosok 'orang kuat' kontroversial yang berkuasa pada 2016. Ia berjanji untuk mengurangi kejahatan dan mengatasi krisis narkoba di negara itu.

Di sisi lain, menurut para kritikus, selama 5 tahun berkuasa, Duterte telah mendorong polisi untuk melakukan ribuan pembunuhan di luar proses hukum terhadap tersangka dalam 'perang melawan narkoba'. Pengadilan Kriminal Internasional pun telah mendesak penyelidikan formal atas ribuan pembunuhan yang terjadi selama penumpasan mematikan tersebut.

Rodrigo Duterte awalnya menyatakan dirinya akan maju sebagai wakil presiden. Namun, ia berubah pikiran bulan lalu dan mengumumkan pengunduran dirinya dari politik.

Pada Minggu (19/6), pria 77 tahun itu berdiri di samping putrinya yang dilantik untuk peran barunya.

Ferdinand Marcos Junior turut hadir dalam acara tersebut. Seperti calon wakil presidennya, ia juga merupakan putra seorang mantan pemimpin Filipina. Ayahnya dicap sebagai diktator negara itu dan diusir dari kekuasaan dalam pemberontakan 1986.

Terpilihnya pria yang akrab dipanggil Bongbong ini pun menunjukkan bahwa keluarga Marcos kini akan kembali setelah 36 tahun berkuasa di Malacanang (istana presiden).

Keluarga Marcos tak pernah meminta maaf atas penyalahgunaan kediktatorannya di masa lalu maupun mengembalikan banyak harta yang mereka curi dari uang negara.[]