Ekonomi

Terus Jaring Peluang, Asep Sasar Pasar Global Lewat BRI UMKM EXPO[RT]

Asep merupakan pendiri sekaligus pemilik CV Maras, eksportir furniture dan dekorasi rumah


Terus Jaring Peluang, Asep Sasar Pasar Global Lewat BRI UMKM EXPO[RT]
Pekerja sedang menyelesaikan pembuatan kerajinan anyaman rotan di rumah produksinya Paku Buana Furniture di komplek kerajinan rotan di kawasan Grogol, Jakarta Barat, Senin (2/3/2020). Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menggelar rapat koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, industri, dan petani demi mendorong ekspor furnitur berbahan baku rotan. Dalam rapat itu terungkap ada masalah dalam tata niaga rotan. Di tingkat hulu, produksi rotan melimpah namun di hili

AKURAT.CO Terus menjaring peluang. Itulah yang selalu mendorong langkah Asep Supriyatna (55) mengembangkan usaha furniture dan dekorasi rumah pada 1996 silam. Kini, hampir 24 tahun kemudian, bisnis home decor and craft di bawah bendera CV Maras ini bertekad menangkap peluang yang lebih luas di pasar internasional dan menggarap potensi lokal. 

Asep merupakan pendiri sekaligus pemilik CV Maras, eksportir furniture dan dekorasi rumah yang berbasis di Bekasi, Jawa Barat. Usaha ini bermula ketika Asep, yang saat itu masih bekerja sebagai marketing di sebuah perusahaan trading, mendapat pesanan satu model meja kursi dari pembeli di Belanda. 

“Permintaan suplai mebel itu saya ajukan ke manajemen, karena bukan lini produk yang dipasarkan kantor jadi diarahkan untuk diserahkan ke tempat lain. Nah, peluang ini saya tangkap. Lalu saya berkenalan dengan beberapa supplier dan produsen, membuat sampel dan setelah itu buyer dari Belanda itu menjadi partner bisnis saya,” tutur Asep dalam keterangan yang diterima Akurat.co, Senin (7/12/2020).

baca juga:

Selama dua tahun, usaha mebel milik Asep berjalan secara informal, baru pada 1998 dia memberanikan diri untuk mendirikan CV. Nama Maras yang disematkan pada bendera usahanya, merupakan singkatan dari Marten dan Asep.

“Marten itu nama buyer yang dulu memesan meja kursi di tahun 1996, dan jadi partner bisnis saya yang pertama. Saya kemudian fokus mengembangkan usaha di bidang mebel dan berorientasi ekspor,” jelas Asep. 

Produk furniture yang dipasarkan Asep menggunakan bahan baku lokal, dengan sumber pasokan dari sentra-sentra industri mebel dan kerajinan di Tanah Air seperti Cirebon, Jepara, Solo, Yogyakarta hingga Bali. Kualitas dan keunikan desain yang sesuai pasar ekspor menjadi kunci keunggulan produk, selain  proses produksi yang dibuat dengan cara handmade.  

Dalam perjalanannya, pada 2005, bisnis ekspor furniture CV Maras terus berkembang dan mendapatkan partner baru dari Jerman dan Prancis, selain negeri Kincir Angin. Apabila dulu hanya memiliki 5 orang karyawan,saat ini jumlah pekerja Asep telah bertambah menjadi 80 karyawan tidak tetap dan 5 karyawan tetap. 

Asep mengaku lebih fokus ke pasar ekspor mengingat dari sisi kuantitas lebih mass production dan aspek pembayaran yang aman. “Kalau lokal biasanya ritel dan payment-nya kredit. Kalau ekspor volumenya juga lebih besar dan pembayarannya lebih aman, ada LC atau transfer,” tambahnya.

Hal ini sejalan dengan Visi dan Misi CV Maras sendiri yakni mengembangkan pasar ekspor untuk produk-produk labor intensif buatan Indonesia, 100 persen lokal content.

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first