News

Terungkap Peruntukan Duit Rp1,5 M yang Disita KPK di Salah Satu Hotel di Jakarta

Uang diduga dikumpulkan tersangka dari proyek-proyek dengan cara korupsi


Terungkap Peruntukan Duit Rp1,5 M yang Disita KPK di Salah Satu Hotel di Jakarta
Penyidik KPK menunjukkan barang bukti milik tersangka dalam konferensi pers penahanan pejabat Kabupaten Musi Banyuasin di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/10/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Teka-teki uang Rp1,5 miliar yang diamankan di sebuah hotel di Jakarta terungkap. Dari hasil penyidikan, uang tersebut merupakan fee lawyer atau biaya pengacara yang disiapkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin.

"Masalah uang yang Rp 1,5 (miliar) itu memang kaitannya katanya untuk fee lawyer, fee lawyer sudah dibawa tapi belum diberikan, dan itu adalah rangkaian dari uang kepunyaan dari yang sekarang sudah menjadi TSK (Dodi Alex), tetap diamankan," kata Deputi Penindakan KPK Karyoto dalam konferensi pers dikutip dari kanal YouTube KPK, Jumat (26/11/2021).

Karyoto mengatakan penyidik telah memeriksa pengacara Alex Noerdin, Soesilo Ariwibowo, untuk mengonfirmasi pengakuan Alex. Namun demikian, penyidik masih akan mendalami lebih jauh karena uang itu diamankan bersama tersangka.

baca juga:

"Masalah pengembangan fee lawyer dan lain-lain, itu ya kalau memang itu fee lawyer, udah nyebrang sebenarnya, udah jadi barang halal. Tapi belum nyebrang, ya buru-buru kita ambil," kata Karyoto.

Karyoto menyebut uang itu diduga dikumpulkan Dodi Alex dari proyek-proyek yang terlibat korupsi.

"Dan setelah dikembangkan memang Tersangka itu mengumpulkan uang-uang ini dari proyek-proyek dan istilahnya dari button proyek-proyek naik ke atas, ya kita sita semuanya itu," ujarnya.

Awal mula uang Rp1,5 miliar disampaikan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Alex mengatakan, saat akan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk dimintai keterangan lebih lanjut, tim KPK melihat ada tas di mobil Dodi dan meminta ajudannya untuk membuka tas tersebut.

"Kami lihat di kendaraan yang dibawa untuk ke KPK itu ternyata ditemukan tas warna merah ketika kami minta ajudannya untuk mengambil tas itu setelah dibuka itu isinya tadi Rp 1,5 miliar," ujar Alex dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (16/10/2021).

Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin (DRA) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2021.

Dodi ditetapkan bersama tiga orang lainnya. Mereka adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Musi Banyuasin Herman Mayori (HM), Kabid Sumber Daya Air (SDA)/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin Eddi Umari (EU), dan Direktur PT Selaras Simpati Nusantara Suhandy (SH).

"Setelah dilakukan pengumpulan berbagai bahan keterangan terkait dugaan tindak pidana korupsi dimaksud, KPK melakukan penyelidikan yang kemudian ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup sehingga KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan empat tersangka," kata Alexander Marwata.

Dalam OTT itu, KPK mengamankan uang sekitar Rp1,7 miliar sebagai bukti.

Dalam perkara ini, Suhandy selaku pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Sedangkan sebagai penerima, Dodi dan kawan-kawan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo. Pasal Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. []