Ekonomi

Terungkap! Menurut Survei Miliarder Ogah Wariskan Banyak Harta ke Anak

Menjadi anak dari seorang miliarder nyatanya tak bisa serta merta pasti bakal mendapatkan warisan dari orang tua yang sang miliarder


Terungkap! Menurut Survei Miliarder Ogah Wariskan Banyak Harta ke Anak
Ilustrasi anak miliarder kaya raya tujuh turunan (opini.id)

AKURAT.CO Menjadi anak dari seorang miliarder nyatanya tak bisa serta merta pasti bakal mendapatkan warisan dari orang tua yang sang miliarder.

Anggapan itu nampaknya diperkuat setelah muncul survei yang dilakukan The Motley Fool terhadap 2.000 individu dengan kekayaan bersih tinggi, yakni di atas US$1 juta atau Rp14,2 miliar, menghasilkan 67% di antaranya khawatir jika meninggalkan harta warisan kepada anak-anak mereka.

" Yang jelas adalah bahwa individu dengan kekayaan bersih tinggi khawatir tentang efek meninggalkan warisan yang terlalu besar," tulis analis riset Motley Fool, Jack Caporal, dilansir dari CNBC International di Jakarta, Selasa (21/9/21).

Bahkan kekhawatiran untuk mewariskan banyak harta ke anak-anaknya juga menyeret nama para miliarder ternama dunia mulai dari Bill Gates, Warren Buffett, dan Kevin O'Leary.

Caporal melanjutkan, mereka hanya akan mempertimbangkan untuk meninggalkan warisan jika anak-anak tersebut bekerja keras, berprestasi di sekolah dan menemukan jalur karier yang baik.

Survei itu juga menemukan bahwa 85% individu dengan kekayaan bersih tinggi setuju bahwa mereka meninggalkan terlalu banyak uang kepada ahli waris yakni sekitar US$500 ribu hingga US$1 juta.

Terlepas dari kekhawatiran sebagian besar responden, sekitar 34% di antaranya mengungkap berencana untuk meninggalkan lebih dari 50% warisan kepada ahli waris mereka.

Sekadar informasi, walau pandemi Covid-19 melanda, nyatanya negara Amerika Serikat (AS) justru diklaim mampu menjadi negara yang mencetak pertumbuhan miliarder paling produktif.

Hal ini seakan menunjukkan bahwa perekonomian negara adidaya tersebut tak terlalu terpengaruh terhadap ganasnya pandemi Covid-19. Mengingat sektor bisnis yang masih mampu berjalan bahkan malah mencetak miliarder.

Dilansir dari CNBC International di Jakarta, Senin (20/9/21) AS menjadi negara yang paling dominan dalam hal kenaikan miliarder dengan menyumbang 29% dari populasi miliarder global dan 37% dari kekayaan miliarder kumulatif pada 2020.

Kemudian, China berada di posisi kedua dengan pangsa sekitar 13% dan Jerman 5%.

Berdasarkan sensus miliarder Wealth-X per 2021, jumlah total miliarder pada 2020 melonjak 13,4% dari tahun ke tahun menjadi 3.204 orang.

Angka itu menjadi kenaikan terkuat sejak 2017, meski pandemi Covid-19 menerjang. Kekayaan gabungan miliarder AS mencapai US$10 triliun (Rp142.480 triliun), naik 5,7% dari tahun ke tahun.

Dari total 3.204 miliarder yang dimiliki AS, 670 di antaranya adalah miliarder baru dengan kekayaan rata-rata US$1,9 miliar dan US$1,4 miliar.

Tak hanya itu, sekitar 60% dari miliarder tersebut sepenuhnya merupakan hasil dari usaha sendiri.

Jumlah total miliarder dengan kekayaan US$10 miliar hingga US$50 miliar mengalami pertumbuhan terkuat yakni naik 40%, atau tiga kali lebih lipat dari kenaikan populasi miliarder secara keseluruhan.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.