News

Terungkap! Fakta Baru Kasus Wanita Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo

Polda Metro Jaya mengungkapkan, meninggalnya seorang wanita di Tol Sedyatmo yang menjadi korban tabrak lari, diketahui sedang menyeberang di jalan tol.


Terungkap! Fakta Baru Kasus Wanita Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo
Ilustrasi Mayat (Istimewa)

AKURAT.CO Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkapkan, meninggalnya seorang wanita di Tol Sedyatmo yang menjadi korban tabrak lari, diketahui sedang menyeberang di jalan tol.

Wanita yang kemudian diketahui bernama Linda itu tewas di lokasi kejadian yakni di Km 28 Tol Sedyatmo, Bandara Soekarno-Hatta.

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan, polisi menemukan sejumlah obat depresan di dalam tas yang diduga milik korban. Meski tidak memastikan korban berada di jalan untuk bunuh diri, namun polisi menemukan sejumlah barang milik korban.

Dari sejumlah barang korban yang ditemukan, polisi menemukan fakta baru bahwa korban tengah berada dalam perawatan dokter.

"Korban di jalan tol ada beberapa alasan yang tidak bisa kami sampaikan karena yang bersangkutan masih dalam perawatan dokter. Di lokasi ditemukan obat anti depresan," katanya di Gedung Subdit Gakkum Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (19/10/2021).

Hal tersebut juga dikatakan oleh Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo yang menyebutkan korban meninggal karena tertabrak oleh RF yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Tersangka telah melanggar Pasal 231 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Dalam pasal tersebut, dijelaskan tersangka tabrak lari memiliki empat kewajiban yakni (1) menghentikan kendaraan yang dikemudikannya, (2) memberikan pertolongan kepada korban, (3) melaporkan kecelakaan kepada Polri terdekat,  dan (4) memberikan keterangan yang terkait dengan kejadian laka.

"Pelaku kita kenakan pasal tabrak lari sebagaimana diatur dalam Pasal 231 ayat 1 bahwa setiap orang yang mengalami kecelakaan lalu lintas memiliki empat kewajiban," kata Sambodo.