Ekonomi

WTO Prediksi Perdagangan Global Kian Terperosok

WTO Prediksi Perdagangan Global Kian Terperosok
Ilustrasi WTO (World Trade Organization/Organisasi Perdagangan Dunia) (REUTERS/Ruben Sprich)

AKURAT.CO Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) beberapa waktu lalu memperkirakan bahwa pertumbuhan perdagangan global akan menurun tajam menjadi 1 persen di tahun 2023.

Melihat hal tersebut, Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala menyampaikan bahwa sektor perdagangan memainkan peranan vital dalam menjaga ekonomi global tetap berjalan selama pandemi Covid-19, meskipun di tahun 2020 sektor perdagangan sempat anjlok namun hal tersebut pulih kembali sehingga dunia kembali memiliki pasokan makanan, obat-obatan, dan barang-barang penting lainnya.

Namun, lanjut Ngozi, yang menjadi masalah saat ini adalah banyak faktor-faktor yang membuat anjloknya sektor perdagangan global diantaranya adalah konflik geopolitik Rusia-Ukraina, tekanan inflasi serta perubahan iklim.

baca juga:

"Nah dari ketiga faktor tersebut lah yang pada akhirnya membuat sektor energi dan komoditas semakin meningkat, bahkan negara-negara berkembang berpenghasilan rendah mau tidak mau akan menghadapi risiko serius," ucapnya melalui lansiran VoA, Jumat (7/10/2022).

Lonjakan harga energi di Eropa dan perang di Ukraina, lanjutnya, diperkirakan akan menekan pengeluaran rumah tangga dan meningkatkan biaya produksi di beberapa wilayah. Sementara itu pengetatan kebijakan moneter di Amerika Serikat memukul sektor perumahan, kendaraan bermotor dan investasi tetap.

"Begitu juga dengan China yang masih bergulat dengan wabah Covid-19 dan gangguan produksi. Selanjutnya, tagihan impor yang meningkat untuk bahan bakar, makanan dan pupuk berisiko menyebabkan lebih banyak kerawanan pangan dan tekanan utang di negara-negara berkembang," kata Ngozi.

Badan perdagangan global itu pun menekankan ketidakpastian bakal lebih tinggi dari yang diperkirakan. Hal ini disebabkan perubahan kebijakan moneter di negara maju dan sifat perang Rusia-Ukraina yang tidak dapat diprediksi.

"Jika situasinya memburuk, WTO memperingatkan pertumbuhan perdagangan tahun depan bisa serendah minus 2,8 persen, tetapi menekankan bahwa jika segala sesuatunya bergeser ke arah yang lebih positif, itu bisa mencapai 4,6 persen," paparnya. []

Sumber: Voice of America (VOA)