Ekonomi

Tertarik Jadi Angel Investor, Achmad Zaky Eks Bukalapak Ingatkan Startup Jangan Bakar Duit!

Achmad Zaky pun mengingatkan kepada para founder startup agar dapat mengelola pengeluaran secara baik


Tertarik Jadi Angel Investor, Achmad Zaky Eks Bukalapak Ingatkan Startup Jangan Bakar Duit!
CEO Bukalapak, Achmad Zaky (Instagram/achmadzaky)

AKURAT.CO Pendiri Bukalapak Achmad Zaky mengakui meski saat ini dirinya sudah hengkang dari Bukalapak, namun hobi untuk tetap tak jauh-jauh dari dunia bisnis seakan tak terbendung. Achmad Zaky pun mengingatkan kepada para founder startup agar dapat mengelola pengeluaran secara baik. Achmad Zaky menyebut kebanyakan startup yang bangkrut hingga gulung tikar lantaran kebiasaan overspending atau istilahnya 'bakar duit.'

" Kebanyakan startup yang hari ini sukses justru tumbuh karena berhasil bertahan, berhasil berjuang melewati masa-masa terburuk," ujar Achmad Zaky dalam obrolan bersama WellShared di kanal YouTube bertajuk "Rahasia Membangun Startup Yang "Disruptive" - Online Class bersama Achmad Zaky".

Sementara itu, dirinya pun menegaskan tak menampik untuk menjadi angel investor bagi para startup yang memiliki potensi serta pasar besar. Menurutnya untuk membangun startup, tak cukup hanya bermodalkan menjadi engineer, tetapi juga harus memiliki ciri-ciri founder yang sesuai target.

" Saya percaya sebuah startup memang tercipta untuk mendisrupsi suatu industri yang kurang efisien," ucapnya, mengutip warta ekonomi.

Achmad Zaky pun buka-bukaan tentang pengalamannya selama 10 tahun membangun startup Bukalapak.

Adapun Bukalapak sendiri, saat baru-baru berdiri tidak ada investor yang mendanai, industri yang dijalani juga sedang tidak hype, SDM yang ada juga seadanya. Para pendiri Bukalapak bahkan rela tidak mendapatkan gaji selama satu tahun pertama. Semuanya mereka kerjakan sendiri, mulai dari coding, UI/UX, sampai mencari customer.

Dengan pertumbuhan secara organik, pertumbuhan Bukalapak justru sangat efisien. Pengeluaran dana yang tidak efisien akan membunuh startup. Justru, pengeluaran dana yang efisien akan menyelamatkan perusahaan hingga menumbuhkan perusahaan lebih-lebih lagi.

Cara-cara kreatif Bukalapak dalam melakukan pemasaran saat tidak memiliki banyak uang justru menjadikan pertumbuhan Bukalapak seperti sekarang. Karena itu, Achmad Zaky mengarahkan jika ingin melakukan pengeluaran, bagilah menjadi dua, yang pertama adalah fixed cost (biaya tetap) dan yang kedua adalah variable cost (biaya tidak tetap).

Fixed cost biasanya berhubungan dengan karyawan, kantor dan infrastruktur lainnya seperti teknologi. Semua ini bisa ditekan, terutama soal karyawan. Banyak founder yang bangga memiliki banyak karyawan, tetapi apakah efisien? Apakah memang butuh banyak orang? Kantor atau bangunan juga bisa ditekan biayanya, seperti pindah ke tempat yang lebih murah. Teknologi yang digunakan juga bisa diganti dengan operasional yang lebih murah.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.