News

Tersangka Penyuap Eks Walkot Yogyakarta Haryadi Suyuti Segera Disidang

Humas Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta Heri Kurniawan menuturkan, berkas perkara Oon adalah pertama yang dilimpahkan dalam kasus ini


Tersangka Penyuap Eks Walkot Yogyakarta Haryadi Suyuti Segera Disidang
Haryadi Suyuti (ANTARA/Eka AR)

AKURAT.CO, Tersangka pemberi suap dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan Mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti, yakni Oon Nasihono segera disidang.

Berkas perkara milik Vice President Real Estate PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) itu telah dilimpahkan KPK kepada Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta 11 Agustus 2022 lalu.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta Heri Kurniawan menuturkan, berkas perkara Oon adalah pertama yang dilimpahkan dalam kasus ini.

baca juga:

"Nanti sidangnya tanggal 22 ini," kata Heri via WhatsApp, Senin (15/8/2022).

Heri berujar, PN Yogyakarta telah menetapkan tim majelis hakim tindak pidana korupsi (tipikor) yang akan mengawal sidang Oon.

Oon sendiri, lanjut Heri, sesuai berkas yang diterima dari KPK didakwa dengan Undang-undang No.31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pasal 5 (1) dan pasal 13.

Kemungkinan, kata Heri, para tersangka lain dalam kasus ini juga akan disidang di PN Yogyakarta.

"Kalau lihat ini satu kesatuan dan locus juga kemungkinan semua (berkas perkara) limpah ke sini," pungkas Heri.

KPK sebelumnya telah menetapkan dan menahan sejumlah tersangka dalam kasus dugaan suap terkait perizinan pembangunan Apartemen Royal Kedhaton yang melibatkan Mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

Mereka adalah Wali Kota Yogyakarta periode 2011-2016 dan 2017-2022 Haryadi Suyuti; Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemerintah Kota Yogyakarta Nurwidhihartana; dan Sekretaris Pribadi merangkap ajudan Haryadi bernama Triyanto Budi Yuwono sebagai penerima suap.

Lalu Vice President Real Estate PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Oon Nusihono dan Direktur Utama PT Java Orient Property Dandan Jaya Kartika selaku pemberi suap.

Tim penyidik KPK masih mendalami pengurusan perizinan pembangunan apartemen Royal Kedhaton dan dugaan aliran uang untuk memperlancar pengurusan perizinan dimaksud. []