News

Tersangka Pembunuhan Jurnalis Jamal Khashoggi Ditangkap di Paris

Pria itu diidentifikasi sebagai Khaled Aedh Alotaibi, dan ia ditangkap pada Selasa (7/12) di bandara Charles de Gaulle di Paris


Tersangka Pembunuhan Jurnalis Jamal Khashoggi Ditangkap di Paris
Sebelum dibunuh, Jamal Khashoggi adalah seorang kritikus terkemuka untuk pemerintahan Arab Saudi (Reuters via BBC)

AKURAT.CO  Seorang pria Arab Saudi yang diduga terlibat dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi telah ditangkap di Prancis.

Seperti diungkap oleh seorang sumber polisi kepada BBC, pria itu diidentifikasi sebagai Khaled Aedh Alotaibi. Ia ditangkap pada Selasa (7/12) di bandara Charles de Gaulle di Paris.

Menurut polisi, Alotaibi diyakini sebagai salah satu dari 26 orang Saudi yang dicari oleh Turki atas pembunuhan Khashoggi.

Seorang pejabat Saudi kemudian mengatakan penangkapan itu adalah kasus kesalahan identitas, dan bahwa mereka yang terlibat dalam pembunuhan itu telah dihukum di Arab Saudi.

Stasiun radio komersial Jerman, RTL, sementara itu, mengungkap bahwa Alotaibi pernah menjabat sebagai pengawal kerajaan Saudi. Menurut RTL, Alotaibi yang berusia 33 tahun, bepergian ke Prancis atas namanya sendiri dan kini ia ditempatkan dalam tahanan pengadilan.

Khashoggi, yang juga menjadi kolumnis untuk The Washington Post, dikenal sebagai kritikus terkemuka untuk Riyadh. Ia tewas pada usia 59 tahun, setelah dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober 2018.

Jurnalis yang pergi ke pengasingan di Amerika Serikat pada 2017 itu terakhir terlihat memasuki konsulat Saudi pada 2 Oktober 2018. Ketika itu, Khashoggi berusaha mendapatkan surat-surat yang dia butuhkan untuk menikahi tunangannya, Hatice Cengiz.

Diketahui Charles sempat menemaninya ke pintu masuk konsulat dan menunggu lebih dari 10 jam di luar gedung. Sejak itu, Khashoggi tidak pernah muncul kembali.

Arab Saudi, sementara itu, mengatakan bahwa Khashoggi terbunuh dalam 'operasi jahat' oleh sebuah tim agen yang dikirim untuk membujuknya kembali ke kerajaan. Namun, para pejabat Turki mengatakan agen-agen itu bertindak atas perintah dari tingkat tertinggi pemerintah Saudi.

Pembunuhan itu menyebabkan kegemparan global dan merusak citra penguasa de facto Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS). Dia telah menyangkal peran apa pun dalam pembunuhan Khashoggi.

Pada tahun 2019, pengadilan Saudi kemudian memutuskan untuk menghukum delapan orang yang tidak disebutkan namanya. Lima dari mereka dinyatakan bersalah karena berpartisipasi langsung dalam pembunuhan tersebut. Kelimanya lalu dijatuhi hukuman mati, tetapi kemudian diringankan menjadi hukuman penjara 20 tahun. Sementara itu, tiga terdakwa lainnya mendapatkan vonis 7-10 tahun penjara karena dituduh menutupi kejahatan pembunuhan.

Kendati demikian, pengadilan Saudi telah dikritik, dengan Pelapor Khusus PBB saat itu, Agnes Callamard menyebutnya sebagai 'antitesis dari keadilan'.

Dalam laporan memberatkan yang dirilis pada 2019, Callamard menyimpulkan bahwa Khashoggi adalah 'korban dari eksekusi yang disengaja dan direncanakan' yang menjadi tanggung jawab negara Saudi.

Callamard juga menyimpulkan bahwa pada hari nahas itu, Khashoggi 'dibunuh secara brutal' di dalam konsulat. Dia membuat penilaian itu setelah mendengarkan rekaman audio percakapan di dalam konsulat yang dibuat oleh intelijen Turki.

Penangkapan hari Selasa terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron menjadi pemimpin besar Barat pertama yang bertemu dengan putra mahkota Saudi sejak pembunuhan Khashoggi.

"Kami benar-benar berbicara tentang segalanya, tanpa hal-hal tabu dan kami jelas dapat mengangkat pertanyaan tentang hak asasi manusia," kata Macron kepada wartawan pada hari Sabtu.

Baca Juga: Turki Tetapkan 6 Pejabat Arab Saudi sebagai Terdakwa Baru Pembunuhan Jurnalis Jamal Khashoggi

Apa yang kita ketahui tentang tersangka?

Tersangka Pembunuhan Jurnalis Jamal Khashoggi Ditangkap di Paris - Foto 1
 AFP via BBC

Laporan Callamard mengatakan jaksa Saudi memerintahkan penangkapan Alotaibi sebagai bagian dari penyelidikan pembunuhan Khashoggi. Namun, saat itu, mereka akhirnya memutuskan untuk tidak menuntutnya.

Laporan itu juga mengonfirmasi bahwa Alotaibi adalah anggota Royal Guard, sebuah unit pasukan militer Arab Saudi. Kata laporan itu, Alotaibi pernah terlihat di hadapan MbS selama kunjungannya tahun 2017 ke Amerika Serikat. 

Dikatakan pula bahwa Alotaibi tiba di Istanbul pada saat pembunuhan Khashoggi, yakni tanggal 2 Oktober 2018. Dirinci saat itu, Alotaibi tidak berada di dalam konsulat, melainkan berada di dalam kediaman konsul jenderal Saudi selama pembunuhan Khashoggi.

Arab Saudi telah menolak permintaan untuk mengekstradisi Alotaibi ke Turki, di mana dia diadili secara 'in absentia' di Istanbul atas tuduhan pembunuhan.

Tetapi pada Selasa, sumber polisi mengonfirmasi bahwa pihak berwenang Prancis telah mengeksekusi surat perintah penangkapan dari Turki. Alotaibi ditangkap saat hendak naik pesawat ke Riyadh, ibu kota Arab Saudi.

Callamard, yang sekarang menjadi sekretaris jenderal Amnesty International, mengatakan dalam sebuah tweet bahwa penangkapan itu 'bisa menjadi terobosan besar dalam pencarian keadilan'.

Cengiz ikut menyambut baik penangkapan itu. Ia juga mendesak Prancis untuk mengadili Alotaibi atas kejahatannya, atau mengekstradisi dia ke negara yang mampu dan mau melakukannya.[]