News

Tersangka Pembunuh Dini Nurdiani di Cengkareng Ngaku Menyesal

DN (27), warga Cengkareng, Jakarta Barat, tewas dibunuh oleh seorang perempuan inisial NU (24)


Tersangka Pembunuh Dini Nurdiani di Cengkareng Ngaku Menyesal
NU (24), pembunuh sadis wanita asal Cengkareng itu mengaku menyesal telah membunuh Dini Nurdiani alias DN (27). (AKURAT.CO/Anisha Aprilia)

AKURAT.CO, Neneng Umaya, ibu muda di Cengkareng, Jakarta Barat mengaku menyesal telah membunuh Dini Nurdiani. Neneng tega menghabisi nyawa Dini karena sakit hati melihat percakapan mesra antara korban dengan suami berinisial ID.

"Dia (tersangka) menyesal, setelah melakukan pembunuhan dia menyesal," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan saat konferensi pers, Kamis (19/5/2022).

Sebelum melakukan aksinya, Neneng (24) memperingati suami dan korban agar tidak berhubungan. Namun, peringatan tersebut tak digubris sehingga ia merasakan sakit hati.

baca juga:

"Sudah diperingatkan ternyata masih berhubungan. Kemudian pelaku membunuh," lanjutnya.

Lebih lanjut, Zulpan mengatakan aksi pembunuhan tersebut dilakukan secara sadar.

"Tersangka melakukan ini semua secara sadar. Kemudian tersangka tidak mengalami gangguan jiwa. Tersangka hanya murni karena sakit hati. Bahkan dia dengan tegas menyampaikan 'saya tahu risikonya'," kata Zulpan.

Atas perbuatannya, Neneng dijerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP dengan ancaman 20 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, Dini (26) warga Cengkareng, dilaporkan telah menghilang sejak 26 April 2022. Dini kini telah ditemukan dalam kondisi tewas.

Kakak kandung Dini, RI (31) mengungkapkan korban terakhir pamit untuk ikut buka puasa bersama (bukber). Kendati demikian, DN tidak menyebut nama teman yang mengajaknya bukber.

Kakak korban melaporkan pada 29 April 2022. Kemudian setelah dilakukan penyelidikan, keluarga mendapatkan informasi keberadaan dini pada Jumat (13/5/2022). Dini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan keadaan sudah membusuk.

Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Demastyo mengatakan pelaku nekat menghabisi nyawa korban karena gelap mata. Korban merupakan selingkuhan dari suaminya.

Awalnya pada 26 April lalu terdapat pesan WhatsApp yang dikirim oleh pelaku dari HP suaminya.

"Isinya kapan kamu ceraikan istri? Lalu suami jawab iya nanti abis lebaran, korban bilang perlu gak saya antarkan ke pengadilan, nah semenjak baca itu dia langsung kesal, langsung mempunyai pemikiran yang emosi. Jadi motifnya cemburu dan sakit hati," kata Ardhie saat dikonfirmasi, Senin (16/5/2022).

Lalu kemudian Neneng mengajak korban Dini untuk berbuka puasa bersama, lalu menjemputnya di Halte Taman Mini, Jakarta Timur.

Neneng mengaku saat itu korban sempat curiga terkait ajakannya tersebut.

"Jadi pada saat sampai TKP seolah-olah mau ketemu suaminya. Awalnya curiga kenapa saya (Dini) dibawa ke sini. Si A nanti datang lagi di perjalanan ditunggu saja," kata Ardhie kepada wartawan, Senin (16/5/2022) sambil menirukan pembicaraan DN dengan NU sebelum pembunuhan terjadi.

Di tempat kejadian perkara (TKP) tersebut Neneng telah mempersiapkan alat-alat seperti kunci Inggris, gunting rumput, dan pisau dapur untuk membunuh Dini.[]