Olahraga

Ini Pernyataan Ketua Panpel Setelah Ditetapkan Sebagai Tersangka

Ini Pernyataan Ketua Panpel Setelah Ditetapkan Sebagai Tersangka
Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris (www.aremafc.com)

AKURAT.CO - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menetapkan enam tersangka pada Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10) lalu selepas laga Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya. Tragedi yang menewaskan setidaknya 131 orang.

Enam tersangka itu terdiri dari tiga tersangka warga sipil dan tiga anggota Polri. Mereka adalah Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita, Panitia Pelaksana Abdul Haris, dan Security Officer Suko Sutrisno.

Sedangkan ketiga anggota Polri itu adalah, Kepala Bagian Operasi Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Komandan Kompie III Brimob Polda Jatim AKP Hasdarmawan dan Kepala Satuan Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi.

baca juga:

Terkait ditetapkannya sebagai tersangka, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC, Abdul Haris akhirnya buka suara.

Ia bahkan mengaku ikhlas dan rida setelah dinilai menjadi pihak paling bertanggung jawab atas insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan tersebut.

"Saya ikhlas dan rida setelah ditetapkan menjadi tersangka. Saya siap kalau ini memang sudah takdir," bilang Abdul Haris dalam press conferrence di Kantor Arema FC, Jumat (07/10).

Sesi itu memang diadakan klub berlogo kepala singa secara mendadak. Dalam kesempatan itu, hadir pula Muchamad Ali Rifki (manajer tim) dan juga Sumardhan, selaku tim kuasa hukum dari Edan Law.

Kemudian, Abdul Haris juga menjelaskan mengapa dia sampai berada pada jabatannya saat ini di Arema FC. Posisi itu sudah didudukinya selama 12 tahun.

"Saya jadi (ketua) panpel karena panggilan jiwa. Saya diminta Aremania, diminta manajemen," imbuh figur yang juga Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Malang tersebut.

Menangis Haru

Dalam paparan pihak kepolisian, Abdul Haris menjadi figur paling bertanggung jawab dengan 3 poin yang dianggap paling penting.

Ketua Panpel Arema FC itu dinilai mengabaikan rekomendasi kepolisian terhadap kondisi (keamanan) dan kapasitas stadion.

Yang paling utama, adalah dugaan penonton berlebih alias over kapasitas. Hal ini karena panpel mencetak 42 ribu tiket, sedangkan rekomendasi kepolisian adalah 38 ribu penonton.

Abdul Haris sampai tak kuasa menahan harunya dan sesekali menangis jika mengingat memori paling kelam pada sepakbola Indonesia itu.

Bagaimana insiden yang merenggut secara total 131 korban meninggal dunia itu sebenarnya juga berada diluar prediksi panitia pelaksana (panpel), yang dipimpinnya.

"Saya mohon maaf kepada semua saudara-saudara Aremania dan Aremanita. Saya minta maaf kepada seluruh keluarga korban," pinta Haris.

"Saya memohon maaf atas tragedi ini dan karena saya tidak bisa menyelamatkan semuanya."

Kapolri sendiri sudah menetapkan dua anggota panpel sebagai tersangka. Selain Abdul Haris, sangkaan pasal yang sama juga ditetapkan kepada Suko Sutrisno selaku Security Officer Arema FC.

Lihat Sumber Artikel di Indosport Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Indosport.com Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Indosport.com