Entertainment

Tersandung Kasus Prostitusi, Cynthiara Alona Sudah Bebas dari Penjara

Cynthiara Alona terlibat kasus prostitusi yang juga mempekerjakan anak dibawah umur


Tersandung Kasus Prostitusi, Cynthiara Alona Sudah Bebas dari Penjara
Cynthiara Alona di kawasan Tendean Jakarta Selatan, Senin (18/3) (AKURAT.CO/Arya Ravato)

AKURAT.CO, Cynthiara Alona dikabarkan bebas usai menjalani hukuman atas kasus dugaan prostitusi yang mempekerjakan anak dibawah umur.

Polisi juga telah menggrebek apartemen milik Chynthiara Alona, yang dijadikan untuk praktek prostitusi di kawasan Kreo, Larangan Tangerang Selatan.

Kabar kebebasan Cynthiara Alona dibenarkan langsung oleh kuasa hukumnya, Sunan Kalijaga.

baca juga:

“Saya dapat pesan melalui direct message di Instagram, 'assalamualaikum Pak Sunan ini aku Alona. Aku baru bebas 19 Juni kemarin. Banyak yang mau aku ceritain,” ujar Sunan Kalijaga dikutip dari chanel youtube CumiCumi, Rabu (6/7).

Sunan Kalijaga menyebut Cynthiara Alona seharusnya hadir dalam konfrensi pers dan bertemu dengannya, namun Cynthiara berhalangan hadir.

"Tadinya Alona mau hadir. Tapi dia harus mengambil handphone yang berisi banyak bukti," tuturnya.

Seperti diketahui, dalam kasus prostitusi ini, Cynthiara dianggap sebagai penyedia prostitusi dan anak dibawah umur.

Kini, wanita kelahiran 7 Juli 1985 itu divonis 10 bulan penjara dan dikurangi masa tahanan yang sudah berjalan.

Majelis Hakim menyatakan Cynthiara bersalah namun pada unsur eksploitasi anak, majelis hakim menyatakan tidak terbukti. 

"Dikenakan pasal 296 KUHP, Cynthiara Alona terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindakan dengan sengaja serta memudahkan perbuatan cabul pada orang lain," kata Majelis Hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (8/12).

Cynthiara Alona pun menangis mendengar putusan majelis hakim. Ia tampak menahan tangisnya dengan menggunakan tisu. 

"Saya butuh keadilan," kata Cynthiara Alona dengan mata agak sembab. 

Majelis Hakim pun menjelaskan bahwa putusan itu belum berkekuatan hukum tetap.

Selanjutnya, Majelis Hakim mempersilahkan untuk pihak Cynthiara maupun pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) jika ingin mengajukan banding pada waktu yang sudah ditetapkan yaitu selama satu minggu. Akhirnya JPU pun mengajukan banding.

"Mendengar putusan tersebut kami akan mengajukan banding," kata salah seorang yang merupakan JPU.

JPU sebelumnya menuntut Cynthiara Alona 6 tahun penjara dan denda Rp200 juta. Artinya vonis Majelis Hakim jauh dari tuntutan JPU.

Selain Cynthiara Alona, polisi juga menetapkan dua orang tersangka yakni DA selaku muncikari dan AA yakni adik Cynthiara Alona.

Dalam praktek prostitusi tersebut, melakukannya dengan modus via aplikasi chatting. Aplikasi itu adalah MiChat dengan tarif Rp400 ribu - Rp1 Juta.[]