Rahmah

Teroris Bom Bunuh Diri, Rasulullah: Bentuk Kemaksiatan yang Tidak Akan Mencium Bau Surga

Teroris Bom Bunuh Diri, Rasulullah: Bentuk Kemaksiatan yang Tidak Akan Mencium Bau Surga
Ilustrasi - Bom Bunuh Diri (Akurat.co/Ryan)

AKURAT.CO Jihad adalah salah satu ajaran syariat Islam yang pahalanya besar bila dilakukan sebagaimana mestinya. Banyak orang hanya memaknai jihad dengan perang, padahal tidak demikian. Disebutkan dalam sebuah hadis, "Jihad yang paling utama adalah berjihad berjuang melawan hawa nafsu.” (ibnu Najjar dari Abu Dzarr).

Perintah berjihad disebutkan salah satunya dalam QS. An-Nisa’ ayat 95-96:

 لَّا يَسۡتَوِى ٱلۡقَـٰعِدُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ غَيۡرُ أُوْلِى ٱلضَّرَرِ وَٱلۡمُجَـٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمۡوَٲلِهِمۡ وَأَنفُسِہِمۡ‌ۚ فَضَّلَ ٱللَّهُ ٱلۡمُجَـٰهِدِينَ بِأَمۡوَٲلِهِمۡ وَأَنفُسِہِمۡ عَلَى ٱلۡقَـٰعِدِينَ دَرَجَةً۬‌ۚ وَكُلاًّ۬ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلۡحُسۡنَىٰ‌ۚ وَفَضَّلَ ٱللَّهُ ٱلۡمُجَـٰهِدِينَ عَلَى ٱلۡقَـٰعِدِينَ أَجۡرًا عَظِيمً۬ا (٩٥) دَرَجَـٰتٍ۬ مِّنۡهُ وَمَغۡفِرَةً۬ وَرَحۡمَةً۬‌ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورً۬ا رَّحِيمًا (٩٦)

baca juga:

 Artinya: “Tidaklah sama antara mu’min yang duduk [yang tidak turut berperang] yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik [surga] dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (95) [yaitu] beberapa derajat daripada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (96).” (Q.S. An-Nisaa’ [4] : 95-96).

Dalam salah satu hadis Nabi Muhammad juga disebutkan demikian:

 رَأْسُ هَذَا الأَمْرِ الإِسْلاَمُ، وَمَنْ أَسْلَمَ سَلِمَ، وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ، وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ اْلجِهَادُ، لاَ يَنَالُهُ إِلاَّ أَفْضَلُهُمْ.

Artinya: “Pokok urusan ini adalah Islam, siapa yang masuk Islam pasti ia selamat, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah jihad yang tidak dapat diraih kecuali orang yang paling utama diantara mereka.” (H.R. Ath-Thabrani).

Lalu benarkan jika jihad dilakukan dengan bom bunuh diri? Jawabannya tidak. Para pelaku teror bom sungguh tidak paham apa esensi makna jihad. Disebut Ibn 'Asyur, jihad perang itu boleh dilakukan manakala musuh Islam mulai menyerang Islam secara terus menerus dan secara fisik. Kemudian umat Islam dilarang untuk beribadah.

Sedangkan tindakan bom bunuh diri dilakukan bukan tanpa sebab apapun. Jelas itu bukan jihad, malah justru berdosa, karena melukai dan atau membunuh orang yang tidak berdosa. 

Nabi Muhammad Saw bersabda:

مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَهُ ذِمَّةُ اللَّهِ وَذِمَّةُ رَسُولِهِ، فلا يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ، وَإِنَّ رِيحَهَا لَتوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ سَبْعِينَ عَامًا

Artinya: “Siapa yang membunuh kafir mu’ahad (yang ada perjanjian) yang memiliki jaminan dari Allah dan Rasul-Nya, ia tidak akan mencium bau surga. Dan sesungguhnya baunya dapat dicium dari jarak tujuh puluh tahun.”

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu