News

Teror Vaksinasi Polio di Pakistan Kembali Makan Korban, 2 Polisi Tewas Ditembak 

Sementara tim yang terdiri dari dua vaksinator tidak terluka.

Teror Vaksinasi Polio di Pakistan Kembali Makan Korban, 2 Polisi Tewas Ditembak 
Polisi mengawal tim vaksinasi polio selama kampanye dari pintu ke pintu pada bulan Juni lalu (Getty Images via BBC)

AKURAT.CO, Teror terhadap vaksinasi polio di Pakistan kembali memakan korban. Dalam insiden terbaru, sekelompok orang tak dikenal nekat menembaki para polisi yang mengawal tim pekerja polio di Pakistan barat laut. Serangan ini lantas menewaskan dua polisi, kata pihak berwenang.

Sementara tim yang terdiri dari dua vaksinator tidak terluka.

Menurut BBC, tim vaksinasi polio lokal sering menjadi sasaran militan anti-vaksin. Beberapa diantaranya mengklaim vaksinasi adalah rencana Barat untuk mensterilkan umat Islam.

baca juga:

Banyak pekerja polio Pakistan dan penjaga mereka yang kemudian terbunuh karena sentimen anti-vaksin, yang mencakup keyakinan bahwa vaksin mengandung lemak babi.

Oposisi terhadap imunisasi pun makin tumbuh setelah CIA melakukan vaksinasi palsu untuk membantu melacak pendiri al-Qaeda Osama Bin Laden.

Pada April 2016, tujuh polisi, yang menjaga pekerja polisi di Karachi, menjadi korban tewas setelah diserang oleh kelompok orang bersenjata. 

Lalu pada bulan Juni lalu, seperti diberitakan WION News, tiga orang tewas di Waziristan. Dari para korban yang meninggal itu, dua diantaranya adalah dua polisi yang mengawal tim vaksinasi.

Insiden serupa terjadi pada bulan Maret tahun ini, dimana seorang pria bersenjata membunuh seorang wanita yang divaksinasi polio. 

Tahun lalu, seorang petugas polisi meregang nyawa saat bertugas menjaga tim polio di barat laut Pakistan.

Teror terbaru, sementara itu, terjadi di Kot Azam, distrik Tank.

Dalam serangan tersebut, dua pria bersenjata bersembunyi di dekat saluran air kecil sebelum menembaki para penjaga dari 'jarak yang sangat dekat'.

"Orang-orang bersenjata itu menembaki dua anggota tim vaksinasi polio ... dan kabur dengan sepeda motor," kata perwira senior Waqar Ahmad Khan kepada AFP.

Pakistan dan Afganistan menjadi satu-satunya negara dimana polio masih menjadi endemik. Sementara diketahui, penyakit ini dalam kasus parah bisa berakibat fatal atau membuat pasien lumpuh. 

Bahkan di tengah teror pembunuhan, Pakistan melaporkan kasus polio pertama dalam lebih dari setahun. Setidaknya 14 kasus polio telah dilaporkan tahun ini di negara tersebut.

Sebuah laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan Pakistan telah menyaksikan lonjakan kasus polio sejak 2018. 

Kampanye anti-polio juga mengalami kemunduran karena pandemi Covid-19. Laporan WHO mengidentifikasi Pakistan tengah dan Khyber Pakhtunkhwa selatan sebagai daerah 'berisiko tinggi'. Laporan itu menambahkan bahwa Pakistan tidak dapat mengatasi kasus polio yang meningkat sejak 2019.

Peraturan Kesehatan Internasional (IHR) telah mengklasifikasikan Pakistan sebagai negara yang terinfeksi polio dengan 'potensi risiko penyebaran internasional'. IHR juga telah merekomendasikan semua pelancong untuk divaksinasi penuh terhadap polio saat mengunjungi daerah yang terkena dampak polio. []