News

Teror Penembakan di Suparmarket AS Tewaskan Dua Orang, Karyawan Sembunyi di Freezer

Sejumlah korban berada dalam kondisi kritis, karyawan bersembunyi di freezer


Teror Penembakan di Suparmarket  AS Tewaskan Dua Orang, Karyawan Sembunyi di Freezer
Foto situasi dari luar Kroger di New Byhalia Road di Collierville tempat penembakan terjadi Kamis, (23/9) ( Joe Rondone / The Commercial Appeal via USA Today)

AKURAT.CO, Teror penembakan terjadi di sebuah supermarket di Tennessee, Amerika Serikat (AS) pada Kamis (23/9) waktu setempat. Akibat insiden ini, setidaknya 14 orang terluka; 13 dilarikan ke rumah sakit karena tertembak dan satunya telah dipulangkan usai menderita ganggguan kecemasan. 

Sementara korban yang tewas dikonfirmasi berjumlah dua orang. Salah satunya adalah pelaku yang meninggal karena luka tembaknya sendiri. Hingga kini, identitas pelaku masih belum dirilis, dan polisi masih berupaya melakukan penyelidikan.

Penembakan itu terjadi sekitar pukul 13.30 di Toko Kroger, kota Collierville di pinggiran Memphis.

Seorang karyawan bernama Brignetta Dickerson mengaku sedang bekerja dengan mesin kasirnya saat penembakan terjadi. Dickerson bercerita bahwa suara tembakan awalnya meletus di bagian deli supermarket, dan ia sempat mengira itu hanyalah suara 'letusan balon'.

Setelahnya, pelaku mulai bergerak maju dan mendekati Dickerson dan sejumlah rekan kerjanya dari belakang. Pria bersenjata itu kemudian mengarahan senapannya dan mulai menembak secara acak. Dickerson dan beberapa rekan kerjanya pun langsung kabur dan bersembunyi. Namun, satu rekannya tertembak di kepala, dan seorang pelanggan tertembak pada bagian perut.

"Dia terus menembak. Dia menembak salah satu rekan kerja saya di kepala, dan kemudian menembak salah satu pelanggan di perut, dan kemudian pelanggan saya yang lain mendapat semacam luka karena goresan aspal," kata Dickerson kepada WMC.

Kepala Polisi Collierville, Dale Lane, sementara itu, mengatakan soal rencana penyelidik tentang operasi penggeledahan. Lane tidak menyebutkan di mana lokasi itu berada, dan apa kaitannya dengan pelaku penembakan. Namun, Lane menjelaskan bahwa dalam penyelidikan, petugas akan ikut memeriksa properti tersangka hingga kendaraannya yang berada di tempat parkir.

"Kendaraan tersangka penembak ada di tempat parkir, dan kami menunggu beberapa peralatan tambahan untuk sampai ke sini agar dapat memeriksa kendaraan itu dengan aman, serta beberapa properti yang berada di tubuhnya," kata Lane seperti dikutip dari NBC News.

Teror Penembakan Terjadi di Suparmarket Tennessee, AS, 2 Tewas, 14 Luka - Foto 1
 Polisi berjaga di luar lokasi di luar Kroger, Kamis (23/9)-Joe Rondone/The Commercial Appeal via USA Today

- Sejumlah korban berada dalam kondisi kritis, karyawan bersembunyi di freezer

Pusat Medis One Health Regional di Memphis telah menerima sembilan pasien, kata Angie Golding, juru bicara Regional One Health.

Menurut Golding, empat di antaranya dalam kondisi kritis. Golding tidak memberikan informasi lebih lanjut, karena rumah sakit masih bekerja untuk memberi tahu kerabat.

Setidaknya satu pasien dibawa ke lokasi Baptist Memorial Hospital di Collierville, juru bicara Kimberly Alexander mengatakan kepada CNN. Akan tetapi, Alexander belum mau memberikan informasi apa pun tentang kondisi pasien tersebut.

Lane mengatakan 44 orang sedang bekerja di Kroger ketika penembakan terjadi. Beberapa karyawan juga disebutkan sempat bersembunyi di freezer. 

"Kami menemukan orang-orang bersembunyi di lemari es dan di kantor yang terkunci. Mereka melakukan apa yang harus dilakukan, "Lari, bersembunyi, dan bertempur," kata Lane.

Teror Penembakan Terjadi di Suparmarket Tennessee, AS, 2 Tewas, 14 Luka - Foto 3
 News Channel 2 WREG Memphis

Sementara itu, beredar foto viral yang  menunjukkan seorang pria mengangkat tangan di atas atap Kroger. Dalam foto ini, pria tersebut juga  tampak berbicara dengan polisi. 

Namun, Lane telah  menegaskan bahwa pria tersebut bukanlah pelaku, melainkan bagian dari tim yang membawa seorang karyawan Kroger turun dari atas gedung.

Penembakan di Tennessee terjadi hanya berselang enam bulan setelah seorang pria bersenjata membunuh 10 orang di Boulder, Colorado. Saat itu, pelaku juga melakukan terornya di sebuah supermarket. 

"Ini harus dihentikan," cuit Gubernur Colorado Jared Polis, seperti dikutip oleh USA Today. []