News

Teror Ledakan Guncang Restoran Babi di Ibukota Uganda, ISIS Klaim Serangan

Kelompok militan itu mengamini bahwa ledakan yang terjadi memang berasal dari beberapa anggotanya


Teror Ledakan Guncang Restoran Babi di Ibukota Uganda, ISIS Klaim Serangan
Dalam foto ini, petugas kepolisian Uganda melakukan investigasi di TKP, pada Minggu (24/10), menyusul ledakan bom di Kampala, ibukota Uganda (BADRU KATUMBA / AFP)

AKURAT.CO, Negara Islam (ISIS) telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom di sebuah restoran ibukota Uganda, Kampala pada Sabtu (23/10) malam waktu setempat. Pernyataan itu disampaikan ISIS dalam sebuah postingan yang diunggah di saluran Telegram yang berafiliasi dengan mereka pada Minggu (24/10) malam. 

Seperti diwartakan Reuters, kelompok militan itu mengamini bahwa ledakan yang terjadi memang berasal dari beberapa anggotanya yang meledakkan alat peledak di restoran. Menurut ISIS, restoran itu dijadikan target karena menjadi tempat 'berkumpulnya anggota dan mata-mata pemerintah Tentara Salib Uganda' di Kampala.

Dilaporkan sebelumnya, ledakan mengguncang sebuah rumah makan di pinggir jalan yang populer di divisi Kawempe. Polisi menerangkan bahwa insiden terjadi pada pukul 9 malam dengan ledakan meletus dari bom yang dikemas dengan paku dan pecahan peluru.

Media kemudian melaporkan bahwa tempat yang jadi target adalah Digida Pork Joint, sebuah restoran yang menjual daging babi. 

Informasi yang dikumpulkan menunjukkan bahwa pada saat insiden terjadi, ada sekitar tiga pria yang menyamar sebagai pelanggan. Ketika mengunjungi restoran itulah, mereka meletakkan tas plastik di bawah meja dan kemudian pergi. Beberapa saat setelahnya, tas itu meledak. 

Sebuah video yang dibagikan di media sosial lalu menunjukkan orang-orang yang panik dan berlarian dengan lampu polisi menyala-nyala di jalanan.

Presiden Uganda Yoweri Museveni pada Minggu menyebut insiden sebagai 'aksi terorisme'. Yoweri juga mengatakan bahwa ledakan telah menewaskan sedikitnya satu orang. Meskipun pada Sabtu malam, Kepala Polisi Uganda, Asan Kasingye mengatakan bahwa jumlah yang tewas mencapai dua orang

"Tampaknya itu aksi teroris.

"Informasi yang saya dapat, ada 3 orang yang datang dan meninggalkan paket yang terbungkus kaveera (kantong plastik). Paket itu lalu meledak," kata Museveni dalam laman Twitternya.

Setelahnya, laporan mengungkap korban tewas adalah seorang pelayan berusia 20 tahun. Kemudian jumlah yang terluka menurut stasiun TV NTV mencapai setidaknya tujuh orang. Sementara polisi mengatakan korban yang terluka mencapai tiga orang, dan dua di antaranya berada dalam kondisi kritis. 

Ledakan bom di Uganda jarang terjadi. Namun, pada 2010 lalu, serangan besar mengguncang Kampala dimana puluhan orang tewas karenanya. Teror itu diklaim oleh al Shabaab, organisasi jihadis asal Somalia yang berjanji setia kepada Al-Qaeda. Dalam serangan itu, al Shabaab mengaku menyerang Uganda karena mereka ingin 'memberi hukuman' atas penempatan pasukannya di Somalia. []