Ekonomi

Teror Bom Medan Kenakan Atribut Ojek Online, Bagaimana Nasib Driver?


Teror Bom Medan Kenakan Atribut Ojek Online, Bagaimana Nasib Driver?
Poster Ojek Online dilarang masuk (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Lagi-lagi bom bunuh diri kembali terjadi di Indonesia, dimana pada hari Rabu (13/11) lalu sekitar jam 08.45 WIB, Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara menjadi sasaran ledakan.

Menurut penelusuran Polisi, tersangka peledak bom bunuh diri diduga masuk kedalam Polrestabes Medan menggunakan atribut ojek online.

Peristiwa ini pun nampaknya menjadi perbincangan hangat bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi para driver-driver ojek online.

Seperti halnya pak Sunatyo selaku driver ojek online  Gojek menilai ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan sungguh 'biadab'.

"Ledakan bom bunuh diri rabu kemaren tuh biadab, enggak berperikemanusiaan, hal-hal yang kaya begini seharusnya kita lebih waspada. Saya berdoa agar korban yang tewas akibat bom bunuh diri tersebut ditempatkan yang paling terbaik di sisinya," ujarnya kepada Akurat.co di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Senada dengan Sunatyo, Rendi salah satu driver ojek online lainnya juga menyebutkan bahwa dirinya sangat tidak setuju dengan tersangka yang menggunakan atribut ojek online sebagai modus kejahatannya.

"Jujur setelah saya baca berita kemarin soal ledakan bom bunuh diri di Medan, saya merinding bacanya. Gimana enggak, menurut penelusuran Polisi tersangka menggunakan atribut ojek online dalam menjalankan kejahatannya, ini benar-benar di luar akal pikir saya. Bener-bener kurang ajar, intinya saya tetap dukung Polisi untuk mengusut tuntas tragedi biadab ini agar tak terulang lagi," serunya.

Sementara itu, ketika ditanya apakah ada stigma miring dari para konsumen hingga mempengaruhi pendapatannya usai peristiwa teror bom tersebut. Dirinya menegaskan tidak ada perubahan sedikit pun mengenai pickup penumpang, bahkan di hari ini saja dirinya sudah antar jemput hingga 7 kali.

"Alhamdulillah pasca kasus begituan tidak ada yang berpengaruh terhadap kerjaan saya, masih kayak biasa bahkan hari ini saja saya sudah 7 kali dapet orderan nganterin  penumpang," pungkasnya.

Sebagai informasi, akibat aksi bom bunuh diri di Mapolresta Medan, Rabu (13/11/2019) lalu, sekitar enam orang yang terdiri dari empat anggota 0olisi dan dua warga sipil terluka.

Menurut keterangan Polisi, para korban masih menjalani perawatan intensif. Sementara itu, pelaku bom bunuh diri, RMN, dinyatakan tewas.

Sedangkan pasca-teror bom tersebut, Polisi segera menggeledah rumah pelaku dan mengamankan tiga orang.[]