Lifestyle

Ternyata Serumit Ini Proses Bayi Tabung


Ternyata Serumit Ini Proses Bayi Tabung
Ilustrasi program bayi tabung (DAILYMAIL.CO.UK)

AKURAT.CO, Bagi pasangan suami istri yang susah memiliki keturunan, tentunya akan berusaha melakukan berbagai cara untuk memiliki buah hati. Tak sedikit yang memilih jalan reproduksi perbantu atau biasa kita kenal dengan nama bayi tabung.

Namun terkadang tak sedikit juga yang takut gagal dalam proses bayi tabung ini. Untuk menjawab ketakutan Anda, ada beberapa faktor penyebab kegagalan dalam proses bayi tabung yang bisa Anda ketahui.

“Jadi usianya di bawah 35 tahun itu lebih berisiko besar untuk berhasil, tapi tidak menutup kemungkinan juga yang diatas usia itu banyak yang berhasil. Selain faktor usia, melakukan proses bayi tabung itu menghadapi beberapa tahapap yang masing-masing tahap memiliki risiko yang sama untuk gagal,” kata Dr. Cindy Rani Wirasti, SpOG, KFER yang AkuratHealth temui pada acara Morulaivf Indonesia, di Mall Cental Park, Jakarta, Kamis, (6/9).

baca juga:

Dokter berambut pendek ini juga mengatakan, tahapan yang berisiko gagal dalam proses bayi tabung mulai dari persiapan sel telurnya sendiri. Kadang para dokter tidak bisa atau susah mendapatkan sel telur yang optimal.

Kemudian saat proses pengambilan telur terkadang tidak dapat maksimal. Begitu diambil pun telur harus dipastikan ada inti selnya atau tidak. Apakah sel itu mampu di buahi atau tidak.

“Pada saat di inkubasi mampu berkembang atau gak selnya itu sendiri. Faktor setelah berhasil misalnya jadi embrio setelah itu ditanamkan di tubuh apakah saat ditanamkan itu mampu berkembang atau bertahan atau tidak di dalam tubuh. Setelah terjadi kehamilan, apakah pada kehamilan itu ada inti selnya, ada janinnya atau tidak, jangan-jangan kehamilannya kosong. Berjalan lebih lanjut, misal janinya udah ada, udah bagus bentuknya, tapi ternyata heartbeat tidak mampu dipertahankan. Tahapan-tahapan ini yang dilalui sampai pada akhirnya berhasil. Kalo gagal satu, ulang lagi dari awal,” tambahnya.

Semua proses menegangkan yang sudah disebutkan Dokter Cindy diatas terjadi di trimester pertama kehamilan. Kalau sudah melalui fase tersebut, maka bumil sudah seperti biasanya menjalani kehamilan seperti umumnya.

Dokter Cindy berpesan untuk tidak berfokus pada ketakutan dan kegagalan. Karena persentasinya masih banyak yang berhasil dibandingkan yang gagal.

“Jadi jangan tunda, kebanyakan nunda. Umur  udah berapa malah kurang bagus itu sel telur semakin dikit. Kalau dilakukan, dikerjakan ditempat yang benar santai saja dengan hasilnya. Lagipula bayi tabung itu pilihan terakhir kok, yang datang ke kita belum tentu akan ikut program bayi tabung,” tutupnya.[]