Ekonomi

Ternyata Ini Penyebab Susahnya UMKM Tembus Pasar Luar Negeri!

mereka itu yang diaspora pada nanya, itu kualitas barangnya oke atau tidak, masalahnya UMKM itu banyak juga yang harus dibenahi

Ternyata Ini Penyebab Susahnya UMKM Tembus Pasar Luar Negeri!
Donny Bima Herjuno selaku Senior Vice President Smart City dan Ekosistem BNI Xpora pada Rabu (10/8/2022) (Akurat.co/ Leofarhan)

AKURAT.CO Senior Vice president BNI Xpora Meiliana mengungkapkan bahwa kesulitan yang dihadapi oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam mengekspor barangnya ke pasar luar negeri ialah permasalahan business matching.

Meiliana mengatakan bahwa permasalahan tersebut tidak hanya di alami satu atau dua kasus saja, ia kemudian memberikan contoh soal business matching yang terjadi antara sebuah UMKM yang bergelut dalam pembuatan bumbu rempah-rempah.

Ia mengungkapkan, UMKM tersebut tidak mencapai kesepakatan dengan ritel yang dikelola oleh diaspora Indonesia di Amsterdam, Belanda. Karena harga yang diminta oleh diaspora tersebut Rp70 ribu per item, sedangkan UMKM yang di Indonesia meminta Rp100 ribu untuk satu item nya.

baca juga:

"Sehingga untuk mencapai kesepakatan tersebut, BNI Xpora selaku bridging dan penyalur debitur juga mengarahkan, yang dalam hal ini UMKM tersebut harus kenal dimana tempat pelaku bisnisnya menjual barang tersebut," jelas Meiliana di Bandung pada Rabu (10/8/2022).

Ditempat yang sama, Donny Bima Herjuno selaku Senior Vice President Smart City dan Ekosistem BNI Xpora, mengungkapkan bahwa kehadiran BNI cabang kantor luar negeri juga mencari potensi pembeli yang akan memborong produk UMKM itu, namun hal tersebut terkendala beberapa hal.

"Nah mereka itu yang diaspora pada nanya, itu kualitas barangnya oke atau tidak, masalahnya UMKM itu banyak juga yang harus dibenahi, karena masih pada nanya kualitas produksinya seperti apa," jelas Donny.

Merujuk pada hal tersebut, Donny berharap UMKM itu juga bisa dipersiapkan soal manajerialnya, karena potensi UMKM di luar negeri itu besar, terutama oleh diaspora Indonesia yang banyak mencari produk lokal.

"Potensinya luar biasa tapi kita dari diasporanya itu juga mencarikan seperti apa agar bisa menembus pasar di Eropa, karena menyesuaikan pasar," katanya.

Ditempat yang sama, Direktur Komunikasi dan Bimbingan Jasa DJBC Nirwala Dwi Heryanto juga mengatakan bahwa untuk melakukan business matching itu tidak gampang, maka dari itu DJBC melakukan kolaborasi bersama dengan kementerian dan bank seperti BNI agar UMKM dan IKM tersebut bisa menembus pasar global.

"Kita itu juga ngga bisa kerja sendiri, tujuan kita itu sebetulnya ultimate ground untuk bisa tembus pasar luar negeri. Itu perlu ada tahapan yang mesti dilalui, seperti dari kemenkop, kemendag dan lainnya," tegas Nirwala.[]