Tech

Ternyata Ini Alasan Rotasi Bumi Sejak 2020 Makin Cepat

Bumi kembali berputar lebih cepat pada 29 Juni dan 26 Juli 2022.

Ternyata Ini Alasan Rotasi Bumi Sejak 2020 Makin Cepat
Ilustrasi Bumi. (pixabay.com/qimono)

AKURAT.CO Fenomena Bumi berputar lebih cepat baru-baru ini terjadi. Pada 29 Juni 2022, Bumi mencatatkan rekor hari terpendek yang tercatat jam atom sejak 1960-an. 

Pada laman Time and Date dijelaskan bahwa Bumi mampu menyelesaikan satu rotasi 1,59 milidetik lebih cepat atau kurang dari 24 jam. Meski bumi berputar lebih cepat, kita sebagai penghuninya tidak akan menyadari adanya fenomena ini.

Fenomena Bumi berputar lebih cepat dari biasanya, sebenarnya tidak hanya terjadi satu kali. Dalam beberapa tahun terakhir, diketahui Bumi berputar semakin cepat. Seperti pada 2020, tercatat ada 28 hari terpendek sejak 1960. Saat itu, tercatat Bumi berputar kurang dari 1,47 milidetik pada 19 Juli 2020.

baca juga:

Bumi pun terus berputar cepat pada 2021, meski hari terpendek dalam setahun di 2021 sedikit lebih lama dari tahun 2020. Fenomena ini terus berlanjut di tahun 2022. Setelah tercatat berputar lebih cepat pada 29 Juni 2022, pada tanggal 26 Juli Bumi hampir mengalahkan rekornya lagi. Saat itu, perputaran bumi berlangsung kurang dari 1,5 milidetik dari biasanya.

Seperti yang diketahui, Bumi berputar sekali setiap 24 jam yang mengakibatkan adanya siang dan malam. Meski begitu, dalam jangka waktu yang lama, putaran Bumi ini melambat. Setiap 100 tahun, Bumi membutuhkan beberapa milidetik atau lebih untuk bisa menyelesaikan satu putaran.

Selain itu, dari satu hari ke hari berikutnya, waktu yang dibutuhkan Bumi untuk menyelesaikan satu putaran bisa naik atau turun sepersekian milidetik. Rotasi Bumi sendiri dikenal dengan istilah panjang hari.

Panjang hari merupakan perbedaan antara waktu yang Bumi butuhkan untuk berputar satu kali pada porosnya. Pada saat panjang hari meningkat, maka Bumi berputar lebih lambat. Sebaliknya, ketika panjang hari berkurang, maka Bumi berputar lebih cepat.

Sebenarnya, penyebab Bumi berputar lebih cepat belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, melansir dari laman Forbes, para ilmuwan menduga Bumi berputar lebih cepat di 2022 berkaitan dengan beberapa hal. Mulai dari mencairnya gletser yang berarti lebih sedikit beban di kutub, gerakan inti cair bagian dalam planet, hingga aktivitas seismik The Chandler Wobble atau pergerakan kutub geografis Bumi melintasi permukaannya. 

Para ilmuwan mengutarakan jika hari pendek ini terus tercatat, maka bisa menimbulkan detik kabisat negatif pertama sepanjang sejarah Bumi. Di masa lalu, detik kabisat ini digunakan untuk memastikan waktu tetap berjalan stabil di dunia. Meski begitu, dampak detik kabisat negatif ini belum pernah diuji dalam skala besar.