News

Ternyata Begini Modus Anak Alex Noerdin Korupsi Anggaran Proyek Infrastruktur!

KPK membeberkan modus korupsi anggaran proyek infrastruktur irigasi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.


Ternyata Begini Modus Anak Alex Noerdin Korupsi Anggaran Proyek Infrastruktur!
Penyidik KPK menunjukkan barang bukti milik tersangka dalam konferensi pers penahanan pejabat Kabupaten Musi Banyuasin di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/10/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata membeberkan modus korupsi anggaran proyek infrastruktur irigasi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.

Modusnya, perusahaan yang menjadi pemenang proyek diwajibkan memberikan fee yang besaran persentasenya telah ditentukan.

“DRA (Dodi Reza Alex Noerdin) telah menentukan adanya persentase pemberian fee dari setiap nilai proyek paket pekerjaan di Kabupaten Muba yaitu 10 persen untuk DRA, 3 persen sampai dengan 5 persen untuk HM (Herman Mayori) dan 2 persen sampai dengan 3 persen untuk EU (Eddi Utari) serta pihak terkait lainnya,” ujar Alex saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (17/10/2021).

Ada empat proyek yang bakal digarap yakni rehabilitasi daerah irigasi Ngulak III (IDPMIP) di Desa Ngulak III, Kec. Sanga dengan nilai kontrak Rp2,39 miliar; peningkatan jaringan irigasi DIR Epil dengan nilai kontrak Rp4,3 miliar; peningkatan jaringan irigasi DIR Muara Teladan dengan nilai kontrak Rp3,3 miliar; normalisasi Danau Ulak Ria Kecamatan Sekayu dengan nilai kontrak Rp9,9 miliar.

Dari empat proyek itu Dodi Reza Alex Noerdin akan mendapatkan fee Rp2,6 miliar. Fee tersebut diberikan oleh Direktur PT Selaras Simpati Nusantara Suhandy lantaran perusahaannya terpilih menjadi pemenang dari empat paket proyek yang ada di Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin.

“Total commitment fee yang akan diterima oleh DRA (Dodi Reza Alex) dari SUH (Suhandy) dari empat proyek dimaksud sejumlah sekitar Rp2,6 miliar,” kata Alex.

Sebagai informasi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin (DRA) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2021.

Dodi ditetapkan bersama tiga orang lainnya. Mereka adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Musi Banyuasin Herman Mayori (HM), Kabid Sumber Daya Air (SDA)/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin Eddi Umari (EU), dan Direktur PT Selaras Simpati Nusantara Suhandy (SH).

"Setelah dilakukan pengumpulan berbagai bahan keterangan terkait dugaan tindak pidana korupsi dimaksud, KPK melakukan penyelidikan yang kemudian ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup sehingga KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan empat tersangka," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/10/2021). []