News

Ternyata Baru Setahun Terakhir DKI Punya Ukuran Sukses Tidaknya Penanganan Banjir

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, DKI baru setahun belakangan ini memiliki ukuran sukses tidaknya penanganan banjir di Jakarta.


Ternyata Baru Setahun Terakhir DKI Punya Ukuran Sukses Tidaknya Penanganan Banjir
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, DKI baru setahun belakangan ini memiliki ukuran sukses tidaknya penanganan banjir di Jakarta. Menurutnya, tanpa ada standar baku ukuran penanganan banjir, maka kerja dan upaya pengendalian bencana di DKI itu tak punya standar capaian yang akan dikejar dalam penanganan banjir.

"Baru mulai satu tahun ini kita menetapkan ukuran di dalam penanganan banjir karena kalau kita tidak memiliki itu ukuran target, maka kita akan kerja tanpa ada ukuran capaian," ujarnya saat ditemui di Jakarta, kemarin.

Dia mengungkapkan, ada dua ukuran sukses atau tidaknya penanganan banjir di Jakarta. Pertama, tidak adanya korban jiwa akibat banjir. Kedua, enam jam pasca banjir, genangan sudah kering dan kembali ke posisi normal.

"Tidak boleh ada korban jiwa, kedua sesudah kembalinya garis normal sesudah itu 6 jam tapi kalau belum kembali ya masih terus jadi genangan sama seperti air 100 milimeter per hari bila di atas itu otomatis akan terjadi apabila di bawahnya harus segera," katanya.

Dia mengatakan, hasil kerja penanganan banjir dengan dasar dua target itu menjadi bahan evaluasi mereka dalam perbaikan kualitas penanganan banjir. Dari situ pula akan dirumuskan dan dibuat kebijakan-kebijakan teknis untuk memperbaiki penanganan di lapangan.

"Ini bagian dari usaha kita untuk terus menerus kita akan evaluasi dan dengan bahan evaluasi itu perbaikan akan terus menerus kita lakukan," ungkapnya.

Anies juga mengungkapkan, masalah banjir di ibu kota tak bisa dipisahkan dengan volume air yang masuk saat hujan turun di Jakarta dan daerah penyangga. Bila volume hujan yang turun di Jakarta di atas 100 milimeter per hari, maka bisa dipastikan akan terjadi banjir atau genangan.

Hal itu disebabkan oleh kapasitas drainase sudah tak lagi bisa menampung volume air.

"Bila hujannya di atas 100 mm per hari maka harus di pompa dikeringkan diberikan target 6 jam. Kalau di bawah 100 mm hujannya maka seharusnya tidak terjadi banjir tentunya ada sesuatu yang salah di dalam manajemen. Begitu juga dengan aliran sungai sudah kembali titik normal maka 6 jam setelahnya kalau air sungainya tidak turun turun maka banjirnya akan terus terjadi," ungkap Anies. []