Lifestyle

Saat Dana Bansos Banyak Dipakai Beli Rokok

Dana bansos bisa juga dipergunakan untuk pembelian hal-hal yang kurang bermanfaat seperti rokok


Saat Dana Bansos Banyak Dipakai Beli Rokok
Ilustrasi Rokok Elektrik (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Pemerintah kembali melanjutkan program Bantuan Sosial atau Bansos di 2021 untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terlebih di masa pandemi COVID-19. Ketiga program Bansos yang diberikan adalah Program Keluarga Harapan (PKH), Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT/sembako), dan Program Bantuan Sosial (BST).

Menurut Tim Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia PKJS-UI, secara teoritis Bansos memang meningkatkan daya beli masyarakat sehingga penerima Bansos dapat memanfaatkan dana bantuan untuk keluarga. Namun, menurut tim PKJS-UI, dana bansos bisa juga dipergunakan untuk pembelian hal-hal yang kurang bermanfaat seperti rokok.

Hal itu terlihat dari hasil analisis Tim PKJS-UI yang menunjukkan bahwa dana Bansos yang diterima oleh keluarga dengan adanya anggota yang merokok memiliki intensitas konsumsi rokok yang lebih besar dibandingkan non penerima bansos, terlepas dari status sosial ekonomi.

Peningkatan intensitas merokok terbesar terjadi pada penerima Beras Sejahtera (Rastra)/BPNT dengan konsumsi rokok yang meningkat sebesar 0,402 batang per hari atau 2,8 batang per minggu di antara penerima bansos.

Lalu, pada penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) cenderung meningkatkan konsumsi rokoknya sebesar 0,258 batang per hari atau 1,81 batang per minggu lebih banyak jika dibandingkan mereka yang bukan penerima bansos.

“Adanya peningkatan jumlah konsumsi rokok pada penerima Bansos akan berdampak pada capaian program Bansos itu sendiri. Penerima Bansos yang keluarganya merokok memengaruhi alokasi untuk pengeluaran kebutuhan esensial keluarga, yaitu nutrisi, pendidikan, dan kesehatan,” ujar Peneliti dari PKJS-UI, Renny Nurhasana, di Jakarta, pada Senin, (19/4).

Menurut Renny, ketika Bansos menyebabkan peningkatan intensitas perilaku merokok, Bansos bakal kurang efektif dalam meningkatkan indikator sosial ekonomi. Bagi dia, hal itu justru dapat memperkuat siklus kemiskinan bagi penerima Bansos jika perilaku merokok terus berlanjut atau meningkat serta menghambat potensi dari program Bansos.

Sebagai informasi, Presiden Jokowi dan Menteri Sosial Tri Rismaharini telah menyampaikan larangan uang Bansos tidak boleh digunakan untuk membeli rokok secara informal melalui media massa beberapa waktu lalu.

“Larangan tersebut akan lebih efektif jika dituangkan ke dalam sebuah regulasi resmi, seperti Peraturan Menteri Sosial (Permensos) untuk menerapkan reward dan punishment atas perilaku larangan membelanjakan dana Bansos untuk rokok. Reformasi program Bansos yang lebih tepat sasaran, terintegrasi dan bersyarat, diharapkan mengurangi risiko Bansos untuk konsumsi rokok. Kami mendukung penuh agar pemerintah menekankan perlunya pengurangan perilaku merokok atau pencantuman persyaratan terkait perilaku merokok di antara penerima Bansos ke dalam suatu kebijakan yang tegas,” kata Renny.[]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu