Lifestyle

Ternyata, Anak yang Hobi Main Puzzle Berbakat di Bidang Teknik

Anak-anak yang hobi menyelesaikan puzzle sejak usia 2-4 tahun, saat dewasa cenderung berbakat menjadi seorang insinyur, karena melatih kemampuan pasial


Ternyata, Anak yang Hobi Main Puzzle Berbakat di Bidang Teknik
Ilustasi anak sedang bermain puzzle atau bongkar pasang. (Instagram/ atividades_kids_bsb)

AKURAT.CO, Hobi memainkan puzzle atau bongkar pasang saat masa kecil, bisa memberikan petunjuk terkait dengan bakat Si Kecil. Ternyata, anak-anak yang hobi menyelesaikan puzzle sejak usia 2-4 tahun, saat dewasa cenderung berbakat menjadi seorang insinyur.

Pengamat Kecerdasan Anak dari University of Chicago yakni Susan Levine, mengatakan bahwa permainan puzzle atau bongkar pasang mencerminkan kemampuan spasial. Dengan memiliki kemampuan ini, anak-anak lebih pintar memikirkan obyek-obyek 3 dimensi.

Kemampuan spasial juga dibutuhkan ketika anak-anak tersebut bercita-cita untuk bekerja di bidang teknik seperti seorang insinyur teknik. Seperti diketahui, insinyur teknik akan banyak berurusan dengan obyek-obyek 3 dimensi sehingga kemampuan spasial tentunya sangat dibutuhkan.

Untuk membuktikan hubungan kemampuan spesial dengan permainan puzzle, Levine mengamati 53 pasangan anak dan orangtua dari berbagai latar belakang. Lalu, hasil pengamatan menunjukkan bahwa anak-anak yang pintar memainkan puzzle di usia 26-46 bulan cenderung memilliki kemampuan spasial yang lebih baik di usia 54 bulan.

"Anak-anak yang pandai memainkan puzzle berpikir dengan lebih efisien, ketika disuruh memutar-mutar obyek dan menerjemahkan bentuk," ujar Levine di jurnal Developmental Science, seperti dikutip dari Medicinenet pada Rabu, (8/9).

Levine menambahkan, anak-anak yang terampil memainkan puzzle tidak hanya berbakat di bidang teknik saja, tetapi di bidang lain, seperti matematika dan ilmu pengetahuan alam.

Agar manfaat bermain puzzle bisa didapat dengan maksimal, berikut ini beberapa tips yang bisa kamu lakukan sat anak mau bermain puzzle yang dikutip dari berbagai sumber.

Pilihlah puzzle sesuai usia

Saat anak ingin bermain puzzle, pastikan orangtua memilih jenis puzzle sesuai dengan usianya. Untuk anak usai 0 - 3 tahun, orangtua bisa memulainya dengan puzzle dua dimensi yang memiliki potongan-potongan besar atau puzzle balok.

Puzzle berpotongan besar bisa membantu Si Kecil memegang dan menyusunnya dengan mudah. Seiring bertambahnya usia, orangtua bisa memilih puzzle yang berukuran lebih kecil dengan 8-20 potongan.

Lalu, saat anak sudah memasuki usia sekolah sekitar 4 - 8 tahun, Ayah dan Bunda bisa mengenalkan si Kecil dengan jenis puzzle yang ukurannya lebih kecil, tiga dimensi atau variasi puzzle lain sesuai minat si Kecil.

Selain itu, pilihlah juga puzzle dengan gambar yang sederhana dan mudah ditangkap si Kecil. Tujuannya, agar si Kecil memiliki rasa percaya diri untuk bisa menyelesaikannya.

Pilih subjek yang disukai

Ayah dan Bunda bisa memilih gambar puzzle yang sesuai dengan kesukaan Si Kecil. Misalnya, dengan tema binatang atau tokoh kartun kesukaannya, agar Si Kecil lebih termotivasi untuk menyusun potongan-potongan puzzle tersebut.

Atur waktu

Idealnya, permainan mengasah otak dilakukan dengan durasi 30-40 menit setiap hari. Jika terlalu lama, anak cenderung jenuh, bosan dan enggan untuk bermain di kemudian hari.

Beri contoh

Apabila Si Kecil belum terbiasa atau merasa kesulitan saat bermain puzzle, Ayah dan Bunda jangan sungkan untuk memberikan contoh bagaimana cara bermain puzzle.

Jelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami Si Kecil saat memberikan contoh. Dengan demikian, si Kecil bisa belajar memahami instruksi dan melihat apa seharusnya dilakukan.

Berikan Pujian

Jika si Kecil berhasil menyelesaikan sebuah permain puzzle, berikan pujian atau kata-kata yang positif. Sebaliknya, jika si Kecil belum berhasil, beri dorongan atau motivasi agar ia tidak tidak mudah menyerah dan putus asa.

Manfaat bermain puzzle sebenarnya tak hanya sebatas untuk melatih kecerdasan otak anak. Permainan ini juga dapat digunakan untuk mengisi waktu luang Ayah dan Bunda bersama si kecil.[]