News

Termotivasi Kemenangan di Lysychansk, Putin Minta Tentaranya Semangat Gempur Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin mengizinkan pasukan yang ditugaskan menaklukkan Luhansk untuk beristirahat sambil mengembangkan kemampuan tempurnya.


Termotivasi Kemenangan di Lysychansk, Putin Minta Tentaranya Semangat Gempur Ukraina
Dengan direbutnya kota Lysychansk, Rusia resmi menguasai seluruh provinsi Luhansk. (REUTERS)

AKURAT.CO Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan menteri pertahanannya untuk melanjutkan serangan di Ukraina usai berhasil merebut kota Lysychansk. Tampil di TV Rusia, Putin menyerukan pasukan di medan lainnya untuk mengejar tujuan mereka sesuai dengan 'rencana yang disepakati sebelumnya'.

Dilansir dari BBC, Rusia kini telah mengintensifkan bombardirnya ke wilayah Donetsk. Daerah di sekitar Sloviansk dan jalan antara Lysychansk dan Bakhmut menjadi sasaran utamanya, menurut pasukan Ukraina. Gabungan daerah Donetsk dan Luhansk membentuk kawasan industri Donbas.

Putin memerintahkan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu agar pasukan yang ditugaskan untuk menaklukkan Luhansk beristirahat sambil mengembangkan kemampuan tempur mereka.

baca juga:

"Unit militer lainnya, termasuk kelompok Timur dan kelompok Barat, harus melaksanakan tugas mereka sesuai dengan rencana yang telah disepakati sebelumnya," tuturnya.

Ia berharap mereka akan meraih kesuksesan yang sama dengan pasukan di wilayah Luhansk.

Tepat sebelum melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari, Putin mengakui seluruh Luhansk dan Donetsk sebagai negara merdeka. Pasukan proksi Rusia memulai pemberontakan di sana pada 2014, tahun yang sama ketika Rusia mencaplok semenanjung Krimea.

Lebih dari sepekan lalu, pasukan Rusia merebut Severodonetsk yang luluh lantak dibombardir Rusia. Gubernur Luhansk Serhiy Haidai pun buka suara soal keputusan Ukraina mundur dari Lysychansk.

"Militer kami bisa saja mempertahankan kota itu untuk waktu yang lebih lama. Namun, Rusia saat ini lebih unggul dalam artileri dan amunisi. Mereka tinggal menghancurkan kota dari kejauahan. Jadi, tak ada gunanya bertahan di sana," ungkapnya.

Menurut Haidai, pasukan Ukraina kini telah pindah posisi ke Donetsk. Namun, 10 ribu orang tetap berada di kota itu. []