News

Terlibat Perdagangan Narkoba, 'Ratu' Kartel Sinaloa Meksiko Divonis Bui 3 Tahun di AS

Istri Joaquin 'El Chapo' Guzman bersekongkol untuk mengedarkan narkoba, bersekongkol dalam pencucian uang, dan terlibat dalam transaksi keuangan kartel.


Terlibat Perdagangan Narkoba, 'Ratu' Kartel Sinaloa Meksiko Divonis Bui 3 Tahun di AS
Emma Coronel Aispuro menikahi Joaquin El Chapo Guzman saat masih remaja. (Reuters)

AKURAT.CO, Istri gembong narkoba ternama di Meksiko telah mengaku bersalah membantu kartel narkoba Sinaloa. Hakim Amerika Serikat (AS) pun memvonisnya 3 tahun penjara.

Dilansir dari Reuters, sebelum vonis diputuskan di persidangan federal di Washington, Emma Coronel Aispuro sempat memohon kepada Hakim Distrik Rudolph Contreras agar mengasihaninya.

"Dengan segala hormat, saya mengungkapkan penyesalan saya yang tulus atas setiap dan seluruh kerusakan yang mungkin telah saya lakukan. Saya meminta Anda dan seluruh warga negara ini memaafkan saya," ucapnya dalam bahasa Spanyol melalui seorang penerjemah.

Ia mengaku takut hakim akan kesulitan memaafkannya karena ia adalah istri Joaquin 'El Chapo' Guzman.

"Mungkin karena alasan inilah Anda merasa perlu lebih keras kepada saya. Namun, saya berdoa agar Anda tak melakukannya," tambahnya.

Wanita 32 tahun tersebut mengaku bersalah pada bulan Juni atas 3 tuduhan, yaitu bersekongkol untuk mengedarkan narkoba, bersekongkol dalam pencucian uang, dan terlibat dalam transaksi keuangan dengan kartel Sinaloa.

Jaksa federal pun menuntut Coronel dihukum 4 tahun penjara dan denda USD 1,5 juta (Rp21 miliar).

"Meski dampak perbuatan terdakwa signifikan, terdakwa sebenarnya berperan minimal. Terdakwa berbuat terutama untuk mendukung suaminya," kata jaksa federal Anthony Nardozzi.

Setelah ditangkap, Nardozzi melihat Coronel langsung mempertanggungjawabkan perbuatan kriminalnya.

Mantan ratu kecantikan kelahiran AS itu menikahi Guzman saat masih remaja. Ia ditangkap di Bandara Internasional Dulles pada bulan Februari. Coronel dan Guzman punya putri kembar berusia 9 tahun.

Coronel mengaku berperan sebagai perantara Guzman dan anggota kartel Sinaloa saat suaminya ditahan di penjara Altiplano, Meksiko, usai ditangkap pada tahun 2014. Komunikasi tersebut dimanfaatkan Guzman untuk merencanakan pelariannya dari penjara pada 2015. Ia kabur melalui terowongan bawah tanah yang dibangun anak buahnya yang mengarah ke shower di selnya.

Raja narkoba itu kembali diringkus pada Januari 2016 dan diekstradisi ke AS 1 tahun kemudian. Ia divonis bersalah pada Februari 2019 atas perdagangan narkoba, konspirasi, penculikan, pembunuhan, dan tuduhan lainnya, kemudian dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Menurut pengacara Coronel pada Selasa (30/11), kliennya tersapu ke dunia perdagangan narkoba saat masih di bawah umur. Jadi, ia pantas mendapatkan belas kasihan.

"Ia bertemu Joaquin Guzman ketika masih di bawah umur. Ia berusia 17 tahun dan menikahinya di hari ulang tahunnya yang ke-18," dalih Jeffrey Lichtman yang juga menjadi pengacara pembela Guzman dalam persidangan di AS 3 tahun lalu.

Lichtman pun menambahkan bahwa Coronel kini sadar dirinya dalam bahaya karena bekerja sama dengan pemerintah.

"Saya tak yakin ia bisa pulang ke rumah," sambungnya.

Sementara itu, Contreras mengaku mempertimbangkan latar belakangnya sebelum memutuskan vonis. Ia juga melihat fakta kalau Coronel akan menjadi pengasuh tunggal bagi anak-anaknya karena suaminya dihukum penjara seumur hidup.

"Semoga sukses. Saya harap Anda membesarkan anak kembar Anda di lingkungan yang berbeda dari yang Anda alami hari ini," pungkasnya. []