News

Terlalu Normatif, Andi Arief Kecewa Nih Sama Pernyataan Pak Presiden!

Kata dia, Jokowi mengulang berbagai pidato yang usang dan terbukti gagal.


Terlalu Normatif, Andi Arief Kecewa Nih Sama Pernyataan Pak Presiden!
Andi Arief, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat (Twitter/andiarief__)

AKURAT.CO, Politikus Partai Demokrat, Andi Arief mengaku kecewa dengan pernyataan Presiden RI Joko Widodo mengenai wabah COVID-19 yang melonjak.

"Pidato Presiden merespon perkembangan amuk covid sangat normatif," kata Andi Arief sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @AndiArief_ pada Kamis (24/6/2021).

Menurutnya, kebijakan Jokowi dalam menekan angka Covid-19 seperti mengulang dan justru menurutnya terbukti gagal.

"Mengulang berbagai pidato yang usang dan terbukti gagal. Tidak ada yang baru, mengecewakan," ujar dia.

Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani juga mengatakan bahwa konsekuensi lockdown berdasar UU sulit dipenuhi Pemerintahan, hal ini lantaran dampak ekonomi yang dirasa akan memberatkan rakyat.

"Bisa dipahami tidak dilakukan. Tapi jika angka terinfeksi Covid-19 tidak turun-turun, sepatutnya PPKM ditingkatkan jadi PSBB. Meski dampak PSBB berat, ini pilihan yang tak melumpuhkan," kata @arsul_sani.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa wabah COVID-19 melonjak signifikan akibat adanya varian baru dari luar negeri yang lebih mudah menular.

"Pemerintah telah menerima banyak masukan-masukan dan tentunya kami menyambut baik setiap masukan, baik pribadi kelompok ataupun masyarakat, termasuk usulan untuk memberlakukan kembali PSBB dan lockdown mengingat lonjakan kasus positif yang sangat pesat," kata Jokowi sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (23/6/2021).

Menurut Jokowi, PPKM mikro masih menjadi pilihan yang tepat untuk menangani penyebaran COVID-19 di Indonesia. PPKM mikro dipilih dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi, sosial, dan politik di Indonesia.

"Pemerintah telah mempelajari berbagai opsi penanganan COVID-19 dengan memperhitungkan kondisi ekonomi, kondisi sosial, kondisi politik di negara kita Indonesia dan juga pengalaman-pengalaman dari negara lain dan pemerintah telah memutuskan PPKM mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk menghentikan laju penularan COVID-19 hingga ke tingkat desa atau langsung ke akar masalah, yaitu komunitas," katanya.[]